Aktifitas SCRUM Sebagai Kerangka Kerja Sederhana Untuk Pengembangan Produk

2019-03-06T10:57:15+00:00

Menurut Panduan Scrum “Panduan Untuk Scrum: Aturan Main” SCRUM adalah sebuah kerangka kerja dimana orang-orang dapat mengatasi masalah kompleks adaptif, dimana pada saat bersamaan mereka juga menghantarkan produk dengan nilai setinggi mungkin secara produktif dan kreatif (www.scrumguides.org).

Kerangka kerja SCRUM sendiri terdiri dari SCRUM Team dan peran-peran, acara-acara, artefak-artefak dan aturan-aturan terkait. Setiap komponen dalam kerangka kerja memiliki tujuan tertentu dan sangat penting bagi keberhasilan pengguna SCRUM. Scrum pertama kali dikembangkan oleh Ken Schwaber dan Jeff Sutherland.

SCRUM Team ini terdiri dari Product Owner, Development Team dan Scrum Master. Adapun masing-masing tugas dan fungsi dari SCRUM Team, yaitu:

  1. Product owner bertanggung jawab untuk memaksimalkan nilai produk dan hasil kerja tim pengembang. Melakukan review terhadap hasil sprint, dan menyampaikan kebutuhan kebutuhan pokok dari project.
  2. Development Teamterdiri dari para professional yang bekerja bersama – sama untuk menghasilkan potongan produk yang dirilis setiap akhir sprint.
  3. Scrum Master bertanggung jawab untuk memastikan Scrum telah dipahami dan dilaksanakan. Scrum Master melakukannya dengan memastikan Tim Scrum mengikuti teori, praktik, dan aturan main Scrum.

Selain SCRUM Team ada juga tahapan-tahapan kegiatan yang dilakukan saat SCRUM, yaitu:

  1. Sprint Planning dilakukan untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan seperti apakah ada progres dari proyek yang sedang dikerjakan ? dan bagaimana tim dapat menyelesaikan pekerjaan yang dibutuhkan untuk menaikkan progres ?. Sprint Planning memiliki batasan waktu maksimal delapan jam untuk Sprint yang berdurasi satu bulan. Untuk Sprint yang lebih singkat, acara ini biasanya lebih singkat. Scrum Master memastikan acara ini diselenggarakan dan peserta memahami tujuannya. Scrum Master mengedukasi Scrum Team untuk menjaganya di dalam batasan waktu.
  2. Daily Scrum adalah pertemuan internal untuk Development Team. Jika orang lain hadir, Scrum Master memastikan mereka tidak mengganggu jalannya pertemuan ini. Daily Scrum meningkatkan kualitas komunikasi, mengeliminasi pertemuan-pertemuan lain, mengidentifikasi hambatan untuk dihilangkan, menyoroti dan mendukung pengambilan keputusan secara cepat, meningkatkan tingkat pengetahuan dari Development Team. Hal ini merupakan kunci dari pertemuan inspeksi dan adaptasi.
  3. Sprint Review diadakan di akhir Sprint untuk meninjau progres dan merubah Product Backlog bila diperlukan. Pada saat Sprint Review, SCRUM Team dan stakeholder berkolaborasi untuk membahas apa yang telah dikerjakan dalam sprint yang baru usai.
  4. Sprint Retrospective adalah sebuah kesempatan bagi SCRUM Team untuk meninjau dirinya sendiri dan membuat perencanaan mengenai peningkatan yang akan di Sprint berikutnya.

Dengan kata lain, SCRUM adalah kerangka kerja sederhana yang dilakukan untuk mengembangkan suatu produk. Scrum banyak digunakan oleh perusahaan-perusahaan besar seperti GoogleNetflixSpotifyMicrosoft, dan lainnya. Tidak hanya oleh para raksasa teknologi, Scrum juga mulai marak digunakan di ranah startup (id.techinasia.com).

PT Integra Teknologi Solusi juga sudah menerapkan SCRUM Activity ini setiap pagi. Apakah perusahaan atau kantor anda juga membudayakan SCRUM ?

Artikel Disadur dari: (www.scrumguides.org, id.techinasia.com/mengenal-proses-pengembangan-produk-dengan-scrum)