integrasolusi sharing knowledge – Banyak orang yang ingin mempelajari hal baru tapi tidak mempunyai waktu lebih untuk belajar dikarenakan sibuk dengan pekerjaan atau hal lain. Lalu ada pertanyaan berapa waktu yang dibutuhkan untuk menguasai /mahir senuah keahlian baru? Menurut Andreas Erickson dari Florida State University dalam penelitiannya menyebutkan bahwa perlu meluangkan waktu selama 10.000 jam untuk menjadi ahli dalam sebuah keterampilan. Penelitian ini sering disalahpahami orang oleh awam bahwa jika ingin menguasai keahlian kita perlu berlatih 10.000 jam. Padahal yang dimaksud adalah skill di level dunia seperti: skill bermain sepak bola bola selevel Lionel Messi atau Cristiano Ronaldo, skill bermain basket selevel Stephen Curry atau Giannis Antetokounmpo, atau skill bermain golf selevel Tiger Wood. Namun, jika hanya perlu menguasai skill tertentu untuk keperluan pribadi kita tidak perlu menghabiskan waktu 10.000 jam untuk sekadar bisa.

Menurut Josh Kaufman untuk mempelajari sesuatu hanya untuk keperluan pribadi seseorang hanya membutuhkan waktu setidaknya 20 jam saja, seperti bermain sepak bola bersama teman, bermain gitar untuk menghibur teman, atau bermain voli bersama tetangga sekitar. Lebih lanjut Josh Kaufman mengistilahkan proses penyerapan keterampilan yang cepat ini dengan istilah Rapid Skill Acquisition atau memperoleh keterampilan dengan cepat.

Rapid Skill Acquisition dalam prakteknya adalah adalah sebuah teknik penguasaan skill dengan cara membagi skill yang ingin dikuasai menjadi bagian-bagian yang lebih kecil (subskill), kemudian mengidentifikasi mana saja yang penting dan fokus mempelajari bagian tersebut terlebih dahulu. Ada lima langkah yang harus dilalui dalam melakukan Rapid Skill Acquisition:

  1. Menentukan Target Kemahiran Memutuskan dengan tepat apa yang ingin dikuasai. Termasuk menentukan level kedalamannya.
  2. Memecah skill menjadi sub-sub skill yang lebih sederhana. Sehingga dapat melatihnya secara mandiri. Seperti contoh: dalam presentasi Anda bisa belajar membuat slide, body language. Mem-break down skill lalu mengidentifikasi hal yang paling penting dan konsentrasi belajar pada bagian tersebut terlebih dahulu.
  3. Pilih hal yang disukai yang membuat tertarik untuk dipelajari sehingga proses belajar akan jauh lebih cepat.
  4. Menyingkirkan hambatan baik fisik, mental, emosional yang menghalangi proses latihan seperti acara TV atau handphone.
  5. Berlatih dengan intens dalam jangka waktu yang pendek menggunakan countdown timer misalkan 20 menit.

Demikian penjelasan singkat tentang penelitian dari Josh Kaufman

Semoga bermanfaat.