Audit Teknologi Informasi – Bagi pelaku bisnis skala besar tentunya sudah sangat familiar dengan istilah ISO. Banyak dari perusahaan yang mencantumkan keterangan ISO ini pada company profil atau identitas perusahaannya. Banyak pula perusahaan yang masih berusaha keras mendapatkan title ini. ISO bermacam-macam jenisnya, mulai dari ISO 9001, ISO 17025, ISO 27001, dan masih banyak lagi. Tapi, di dalam artikel ini kita akan secara khusus membahas tentang ISO 27001. Apa sih sebenarnya ISO 27001 dan kenapa begitu banyak perusahaan perlu melakukan audit ISO 27001?

 

Jawabannya mudah, karena ISO 27001 ini berkaitan dengan teknologi informasi yang mana seperti kita tahu bahwa penggunaan dan implementasi teknologi informasi sangat berpengaruh di segala aspek kehidupan, tak terkecuali pada perusahaan. Sebelum berbicara tentang ISO 27001, kita perlu tahu dulu apa itu ISO. ISO atau International Organization for Standardization adalah sebuah badan organisasi global yang bertindak untuk mengukur mutu organisasi agar sesuai dengan standar internasional. Sedangkan ISO 27001 sendiri merupakan salah satu standar yang berfokus pada sistem manajemen keamanan informasi.

 

Tujuan dari ISO 27001 ini jelas untuk memproteksi informasi. Informasi adalah aset paling berharga dari perusahaan, khususnya di era sekarang ini yang mana hampir semua kegiatan kita dikendalikan melalui pertukaran informasi. Sebenarnya ruang lingkup audit ISO 27001 ini tidak hanya pada informasi berbentuk digital. Hanya saja di era digital saat ini hampir semua informasi dan data sudah terdigitalisasi. Sehingga, audit ISO 27001 ini kemudian menjadi melekat pada ranah audit IT. Biasanya perusahaan yang melakukan audit IT memiliki tujuan untuk mendapatkan sertifikat ISO 27001 atau mempertahankan sertifikat ISO 27001 yang sudah didapatkannya.

 

Kenapa audit ISO 27001 sangatlah penting bagi perusahaan?

Selain untuk menjamin keamanan data, ada beberapa alasan lainnya yang membuat perusahaan wajib memiliki sertifikat ISO 27001, di antaranya:

  • Meminimalisir kemungkinan pelanggaran dan penyalahgunaan data melalui sistem teknologi informasi. Ini juga berarti bahwa perusahaan meminimalisir risiko yang mengarah pada kerugian finansial.
  • Menunjukkan komitmen kerahasiaan data yang mana hal ini juga akan berdampak pada citra dan kepercayaan mitra terhadap perusahaan. Dengan memiliki sertifikat ISO 27001, kepercayaan pelanggan dan stakeholder akan meningkat.
  • Dengan memiliki sertifikasi ISO 27001, itu artinya perusahaan memiliki tata kelola manajemen informasi yang baik dan dianggap memenuhi kewajiban yang telah diatur pada hukum dan undang-undang di Indonesia.

 

Lalu, bagaimana langkah-langkah melakukan audit IT ISO 27001?

Untuk melakukan audit IT ISO 27001 tidak mudah itu, tetapi bukan berarti tidak bisa dilakukan. Perlu tenaga ahli yang benar-benar mengerti tentang sistem informasi dan telah berpengalaman mengerjakan audit IT. Tenaga ahli ini sebaiknya pihak eksternal dari perusahaan yang independen. Untuk melakukannya pun perlu beberapa tahapan. Di bawah ini beberapa langkah atau tahapan dalam melakukan audit IT ISO 27001.

 

Berikut ini beberapa tahapan pelaksanaan audit IT ISO 27001:

  1. Observasi dan pengumpulan data

Proses audit selalu diawali dengan melakukan observasi dan pengumpulan data. Tahapan ini dikerjakan melalui proses pengumpulan data dan bukti-bukti, bahkan melakukan wawancara dengan para user yang terlibat apabila diperlukan. Dari proses ini akan menghasilkan temuan-temuan yang berguna untuk tahap selanjutnya.

      2. Gap Analysis

Hasil temuan dari pengumpulan data kemudian diidentifikasi untuk mengetahui sejauh mana perusahaan sudah menerapkan prosedur dan tata cara yang dikehendaki ISO 270001, dan mana yang belum. Dari proses ini akan diketahui gap atau celahnya dimana dan apa, sehingga kedepannya bisa dijadikan acuan dalam membuat strategi perbaikan yang tepat.

     3. Kajian Risiko

Selain mencari gap, identifikasi temuan juga dilakukan untuk menemukan risiko atau potensi masalah yang dapat mengancam aset-aset pada sistem informasi. Kegiatan ini juga bertujuan untuk menentukan bagaimana tindakan dan mitigasi yang paling efektif untuk mencegah risiko guna melindungi aset-aset perusahaan.

    4. Penyusunan Dokumen

Hasil dari kajian risiko yang berupa tindakan dan mitigasi tadi kemudian akan didokumentasikan secara terstruktur agar dapat diimplementasikan secara konsisten.

    5. Impementasi Dokumen

Selanjutnya adalah proses implementasi atau pelaksanaan dokumen-dokumen yang telah disusun selanjutnya.

   6. Internal Audit

Tujuan dari tahapan ini adalah melakukan internal assessment sehingga dapat diketahui progres implementasi yang sudah dilakukan serta menentukan tindakan perbaikan apabila ada kendala atau ketidaksesuaian.

    7. Persiapan Audit Sertifikasi

Tahapan selanjutnya adalah persiapan teknis maupun mental pihak perusahaan untuk mengadapi audit ISO 27001.

    8. Audit Sertifikasi

Bisa dibilang ini adalah puncak proses audit ISO 27001 yang sesungguhnya. Karena di tahap ini semuanya akan dikaji dan dicek apakah sudah sesuai dengan persyaratan ISO 27001. Perusahaan harus memastikan sistem manajemen keamanan informasi telah terimplementasi, baik efektifitasnya maupun kesesuaiannya dengan persyaratan ISO 27001.

Audit IT ISO 27001 memang tampak begitu ribet dan melelahkan. Apalagi kalau perusahaan tidak memiliki tenaga yang pahal dan ahli dalam bidang teknologi informasi. Oleh karena itu, perusahaan membutuhkan bantuan dan bimbingan dari pihak ketiga yang telah berpengalaman seperti Integra Teknologi Solusi.  Tidak heran jika konsultasi Audit IT dari kami telah dipercaya oleh beberapa BUMN besar di Surabaya, telah mempercayai Audit IT dengan Integra. Sudah saatnya sekarang upgrade sistem informasi perusahaan Anda dengan sertifikasi ISO 27001 bersama PT Integra Teknologi Solusi! Konsultasikan sekarang juga!