integrasolusi.com – Information technology (IT) saat ini menjadi kebutuhan penting bagi setiap perusahaan. Implementasi sistem IT yang canggih dapat menunjang kinerja perusahaan jadi lebih efektif dan efisien. Namun, Anda perlu tahu kalau tanggung jawab terkait tata kelola IT perusahaan tidak hanya ada di pundak para karyawan, tetapi juga direksi. 

Berkaitan dengan tata kelola IT dalam sebuah perusahaan, Anda bisa menggunakan berbagai jenis panduan kerangka kerja. Salah satunya adalah COBIT Framework dari ISACA. Kerangka kerja ini mengatur tentang berbagai aspek, termasuk di antaranya adalah: 

  • Penyelarasan strategi IT dengan tujuan organisasi
  • Manajemen risiko
  • Tingkat kepatuhan terhadap peraturan

Tugas dan Tanggung Jawab Direksi Terkait Tata Kelola IT dalam COBIT Framework

Audit tata kelola IT menjadi bagian penting untuk memastikan bahwa pengelolaan sistem IT perusahaan berjalan dengan baik. Oleh karena itu, setiap pihak harus memahami tugas serta tanggung jawabnya masing-masing berkaitan dengan hal ini, termasuk para direksi. 

Berdasarkan panduan COBIT Framework, ada 2 tanggung jawab penting yang harus dilakukan oleh direksi perusahaan berkaitan dengan IT governance, yaitu: 

1. Memastikan Kebutuhan IT Perusahaan Terpenuhi dengan Baik

Direksi mempunyai peran sentral dalam memastikan bahwa perusahaan telah memenuhi kebutuhan sistem IT dengan baik. Oleh karena itu, para anggota direksi harus mempunyai pemahaman yang cukup baik tentang fungsi IT. Tak sekadar menggunakan istilah-istilah yang rumit, tetapi juga memahami makna serta manfaatnya bagi bisnis. 

Dengan pemahaman yang mendalam tentang fungsi IT, anggota direksi bisa berperan layaknya penasehat strategis. Mereka bisa memberi saran serta masukan berkaitan dengan kebutuhan IT perusahaan yang dapat memberi manfaat besar bagi bisnis. 

2. Mendorong Penyelarasan Strategi IT dengan Tujuan Bisnis Perusahaan 

Para direksi merupakan stakeholder yang berperan dalam setiap pengambilan keputusan strategis perusahaan. Di sisi lain, tata kelola IT merupakan upaya perusahaan dalam memenuhi target bisnis perusahaan yang tak lain merupakan ekspektasi dari para direksi. 

Oleh karena itu, direksi memiliki peran penting dalam proses audit tata kelola IT perusahaan. Direksi harus dapat memastikan bahwa strategi IT yang tengah dijalankan selaras dengan tujuan bisnis. Dengan begitu, investasi perusahaan yang berkaitan dengan sistem IT bisa menunjang rencana bisnis strategis.

Sampai di sini, Anda sudah bisa memahami peran penting direksi dalam IT governance, kan? Lalu, apakah perusahaan Anda sudah menerapkan kebijakan tersebut dengan baik?