integrasolusi.com – Penghujung tahun 2020 sudah di depan mata itu artinya libur panjang sudah menanti kita semua. Di tahun 2020 ini ada 4 hari libur dimulai dari Kamis. 24 Desember sebagai cuti bersama Hari Natal sampai dengan hari minggu sebagai libur akhir pekan.

Dikutip dari tirto.id Prof. Wiku Adisasmito sebagai juru bicara Satgas Penanganan COVID-19 mengingatkan masyarakat untuk berpikir dua kali sebelum bepergian antar kota. Pasalnya momen libur panjang ini berpotensi memicu peningkatan kasus aktif Covid-19 di Indonesia. “Mobilitas yang dilakukan masyarakat di tengah pandemi COVID-19 sangat berisiko dan membahayakan pelaku perjalanan karena tidak ada yang tahu dari mana COVID-19 berasal,” ujarnya dalam keterangan pers di Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (17/12/2020). Lalu Prof. Wiku menggarisbawahi bahwa lonjakan kasus positif bukanlah hal yang patut diremehkan karena akan membawa dampak lanjutan lainnya seperti berkurangnya jumlah tempat tidur di ruang ICU bahkan di beberapa daerah kapasaitas Rumah Sakit sudah terisi di atas 70 persen. “Ingat, pandemi tak mengenal kata libur,” kata Prof. Wiku pada 28 Oktober 2020. “Tetaplah berkumpul bersama keluarga di rumah, serta lakukan kegiatan di lingkungan masing-masing dengan tetap mematuhi protokol kesehatan,” imbuhnya.

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS atau Centers for Disease Control and Prevention (CDC) dikutip dari laman resminya menjelaskan “Anda mungkin terpapar COVID-19 selama perjalanan Anda”. kata CDC lagi di mana pun lokasi berlibur atau tempat wisatanya risiko tertular itu ada meski pelancong tidak mengalami gejala atau bahkan merasa sehat. “Terlepas dari ke mana Anda bepergian atau apa yang Anda lakukan selama perjalanan, perlu tindakan untuk melindungi orang lain agar tidak sakit setelah Anda kembali,” imbau CDC. CDC menyebutkan setidaknya ada lima aktivitas bepergian yang memiliki risiko tinggi untuk terpapar COVID-19, yaitu bepergian ke tempat wisata yang berstatus daerah risiko tinggi; mengikuti pertemuan sosial berskala besar seperti pesta atau pernikahan; menghadiri acara macam konser, parade, atau olahraga; berada di tengah keramaian seperti bandara, stasiun, atau restoran; serta bepergian dengan kapal pesiar.

Lalu bagaimana jika seseorang tetap melakukan liburan di tengah pandemi? Berikut adalah tips bepergian aman yang disarankan oleh CDC.

  1. Cek regulasi daerah tujuan. Pastikan sudah memenuhi persyaratan yang ditetapkan sebelum bepergian ke daerah itu. Kunjungan ke Bali selama periode 19 Desember 2020 hingga 4 Januari 2021, misalnya, pelaku perjalanan harus memenuhi syarat-syarat yang telah ditentukan seturut Surat Edaran Gubernur Bali No. 2021 Tahun 2020.
  2. Membawa perlengkapan ekstra selain yang diwajibkan protokol kesehatan, misalnya, pembersih tangan dan face shield.
  3. Ketahui kapan harus menunda perjalanan. Jangan memaksakan bepergian bila ada teman atau anggota keluarga seperjalanan sedang sakit.
  4. Pakai masker untuk menutupi hidung dan mulut saat berada di tempat umum, termasuk di transportasi umum dan di pusat transportasi seperti bandara, pelabuhan, dan stasiun.
  5. Hindari kontak dekat dengan menjaga jarak sekitar dua lengan dari siapa pun yang bukan dari kelompok perjalanan.
  6. Sering-seringlah mencuci tangan atau gunakan pembersih tangan yang setidaknya mengandung 60 persen alkohol.
  7. Hindari kontak dengan siapa pun yang sedang sakit.
  8. Hindari menyentuh mata, hidung, dan mulut.

Demikian adalah tips aman bepergian yang disarankan oleh Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS. Masyarakat masih diwajibkan untuk mengaplikasikan perilaku 3M sehingga dapat meminimalisir penularan COVID-19. 3M ini ke depannya akan diperkuat dengan pemberian vaksin COVID-19. Sebelum pemberian vaksin dilakukan, masyarakat diwajibkan untuk tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan dalam setiap aktivitas sehari-hari. Karena sementara ini 3M masih menjadi cara yang ampuh untuk mencegah penularan Virus Corona. Salam sehat tetap bahagia di rumah saja.

 

Semoga Bermanfaat