

Persuratan Digital Biar Kerja Makin Cepat
Kelola surat masuk–keluar, disposisi, dan arsip lebih rapi dalam satu sistem.
Nomor surat merupakan bagian penting dalam administrasi pemerintahan, BUMN/BUMD, perbankan, dan perusahaan. Nomor tersebut bukan sekadar deretan angka dan huruf, melainkan identitas yang digunakan untuk mencatat, mengelompokkan, mencari, serta menelusuri dokumen resmi.
Penomoran yang tidak konsisten dapat menyebabkan nomor ganda, kesalahan pengarsipan, hingga kesulitan saat pemeriksaan atau audit. Oleh karena itu, setiap organisasi perlu memiliki format penomoran surat yang jelas dan diterapkan secara konsisten.
Apa Itu Nomor Surat?
Nomor surat adalah identitas administratif yang diberikan pada suatu surat resmi. Nomor tersebut biasanya mencerminkan urutan penerbitan, jenis surat, unit kerja penerbit, bulan, dan tahun pembuatan surat.
Dalam lingkungan pemerintahan, pengelolaan surat menjadi bagian dari tata naskah dinas. Peraturan Arsip Nasional Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 2021 menempatkan tata naskah dinas sebagai sarana untuk menghasilkan arsip yang autentik, terpercaya, memiliki kepastian, dan dapat dipertanggungjawabkan.
Sementara itu, tata naskah dinas di lingkungan pemerintah daerah secara khusus diatur dalam Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 1 Tahun 2023.
Fungsi Nomor Surat dalam Administrasi
Nomor surat memiliki beberapa fungsi penting, antara lain:
- Memberikan identitas unik pada setiap surat.
- Menunjukkan urutan penerbitan surat.
- Mengidentifikasi jenis atau klasifikasi dokumen.
- Menunjukkan unit kerja yang menerbitkan surat.
- Mempermudah pencarian dan pengarsipan.
- Mendukung proses audit dan pemeriksaan dokumen.
- Mencegah penggunaan nomor surat yang sama.
- Memudahkan pelacakan riwayat surat.
Bagi perbankan dan BUMN/BUMD, nomor surat juga mendukung pengendalian dokumen, pemantauan persetujuan, serta pembuktian aktivitas administrasi.
Apakah Format Nomor Surat Harus Sama?
Tidak semua organisasi menggunakan format nomor surat yang sama. Format penomoran dapat disesuaikan dengan tata naskah dinas, klasifikasi arsip, struktur organisasi, serta kebijakan internal masing-masing instansi.
Format yang digunakan oleh pemerintah daerah, misalnya, dapat berbeda dengan format perusahaan perbankan. Begitu pula dengan BUMN/BUMD yang mungkin memiliki kode divisi, wilayah, atau kelompok dokumen tersendiri.
Hal terpenting adalah format tersebut:
- Memiliki aturan yang jelas.
- Digunakan secara konsisten.
- Mudah dipahami oleh petugas terkait.
- Tidak menghasilkan nomor ganda.
- Didokumentasikan dalam pedoman atau prosedur operasional standar.
Format Umum Nomor Surat yang Benar
Salah satu format nomor surat yang sering digunakan adalah:
Nomor urut/Kode surat/Kode unit/Bulan/Tahun
Contohnya:
012/UND/SDM/VII/2026
Format tersebut dapat dibaca sebagai surat undangan ke-12 yang diterbitkan oleh unit sumber daya manusia pada Juli 2026.
Susunan kode dapat diubah sesuai kebijakan organisasi. Ada organisasi yang menempatkan kode unit sebelum kode surat atau tidak mencantumkan bulan penerbitan.
Urutan Nomor Surat dan Cara Membacanya
1. Nomor Urut Surat
Bagian pertama menunjukkan urutan surat yang diterbitkan dalam suatu periode.
Contoh:
012
Artinya, surat tersebut tercatat sebagai surat ke-12. Penomoran biasanya dimulai kembali pada awal tahun, kecuali organisasi memiliki kebijakan lain.
2. Kode Jenis Surat
Kode ini menunjukkan jenis dokumen yang diterbitkan.
Beberapa contoh kode yang umum digunakan:
| Kode | Jenis Surat |
|---|---|
| UND | Surat Undangan |
| ST | Surat Tugas |
| SK | Surat Keputusan |
| SE | Surat Edaran |
| SP | Surat Perintah |
| KET | Surat Keterangan |
| ND | Nota Dinas |
| BA | Berita Acara |
| PKS | Perjanjian Kerja Sama |
Daftar tersebut hanya contoh. Organisasi dapat menetapkan kode yang berbeda sesuai pedoman internal.
3. Kode Unit Kerja
Kode unit menunjukkan bagian yang menerbitkan surat.
Contohnya:
- SDM untuk sumber daya manusia.
- DIR untuk direksi.
- SEK untuk sekretariat.
- HUK untuk bagian hukum.
- KEP untuk kepatuhan.
- OPS untuk operasional.
Dalam organisasi besar, kode unit membantu membedakan surat yang dikeluarkan oleh kantor pusat, kantor cabang, divisi, atau departemen tertentu.
4. Bulan Penerbitan
Bulan dapat ditulis menggunakan angka Romawi atau angka biasa.
Contohnya:
- I untuk Januari.
- VII untuk Juli.
- XII untuk Desember.
Penggunaan angka Romawi bukan kewajiban bagi seluruh organisasi. Format bulan perlu mengikuti aturan yang telah ditetapkan dalam pedoman persuratan.
5. Tahun Penerbitan
Bagian terakhir menunjukkan tahun surat diterbitkan.
Contoh:
2026
Tahun dalam nomor surat harus sesuai dengan tanggal penerbitan dokumen agar tidak menimbulkan ketidaksesuaian administratif.
Contoh Nomor Surat yang Benar
Contoh Surat Undangan
015/UND/HUM/VII/2026
Artinya, surat undangan ke-15 diterbitkan oleh unit hubungan masyarakat pada Juli 2026.
Contoh Surat Tugas
021/ST/SDM/VII/2026
Artinya, surat tugas ke-21 diterbitkan oleh unit sumber daya manusia pada Juli 2026.
Contoh Surat Keputusan Direksi
007/SK/DIR/2026
Artinya, surat keputusan direksi ke-7 diterbitkan pada 2026.
Contoh Nota Dinas Pemerintah
045/ND/SET/VII/2026
Artinya, nota dinas ke-45 diterbitkan oleh sekretariat pada Juli 2026.
Contoh Surat Perbankan
032/KEP-KRD/HO/VII/2026
Format tersebut dapat digunakan untuk menunjukkan surat dari unit kepatuhan atau kredit di kantor pusat. Kode sebenarnya harus mengikuti struktur organisasi dan kebijakan internal bank.
Kesalahan Penomoran Surat yang Sering Terjadi
Beberapa kesalahan yang perlu dihindari meliputi:
- Penggunaan nomor yang sama untuk dua surat.
- Format kode berbeda antarunit kerja.
- Bulan atau tahun tidak sesuai tanggal surat.
- Nomor diberikan sebelum isi surat disetujui.
- Perubahan nomor tidak tercatat.
- Penggunaan kode yang tidak tercantum dalam pedoman.
- Pencatatan nomor pada beberapa spreadsheet yang berbeda.
- Nomor surat terlewat tanpa keterangan pembatalan.
Kesalahan tersebut sering terjadi ketika penomoran masih dilakukan melalui buku agenda atau file terpisah yang dapat diubah oleh banyak pengguna.
Hubungan Penomoran Surat dengan Keamanan Data
Surat resmi dapat memuat nama, alamat, nomor identitas, data pegawai, data nasabah, informasi keuangan, atau informasi kontrak. Data tersebut perlu dikelola dengan pengamanan yang memadai.
Undang-Undang Nomor 27 Tahun 2022 memberikan landasan hukum mengenai pelindungan data pribadi dan keamanan pemrosesan data pribadi.
Karena itu, sistem persuratan sebaiknya dilengkapi dengan:
- Pengaturan hak akses.
- Riwayat aktivitas pengguna.
- Pengendalian perubahan dokumen.
- Persetujuan berjenjang.
- Penyimpanan dokumen secara terpusat.
- Pencatatan waktu penerbitan dan pengiriman surat.
Otomatisasi Penomoran Surat dengan Aplikasi inOffice
Penomoran manual semakin sulit dikendalikan ketika jumlah surat dan unit kerja terus bertambah. Organisasi membutuhkan sistem yang dapat mengatur format nomor sekaligus mencatat proses pembuatan, persetujuan, distribusi, dan pengarsipannya.
Aplikasi inOffice membantu pemerintahan, BUMN/BUMD, perbankan, dan perusahaan mengelola persuratan secara digital. Format nomor dapat disesuaikan berdasarkan jenis surat, unit kerja, periode, dan kebijakan organisasi.
Dengan inOffice, organisasi dapat:
- Membuat nomor surat secara otomatis.
- Mencegah nomor surat ganda.
- Menyeragamkan format antarunit.
- Memantau proses persetujuan dan disposisi.
- Menyimpan dokumen secara terpusat.
- Menelusuri riwayat surat dengan lebih mudah.
- Mengendalikan akses berdasarkan kewenangan pengguna.
Kesimpulan
Nomor surat yang benar harus unik, konsisten, mudah dibaca, serta sesuai dengan pedoman organisasi. Formatnya dapat terdiri atas nomor urut, kode jenis surat, kode unit kerja, bulan, dan tahun penerbitan.
Namun, ketertiban persuratan tidak hanya bergantung pada format nomor. Organisasi juga perlu mengendalikan proses persetujuan, distribusi, akses, serta pengarsipan dokumen.
Untuk mengurangi risiko nomor ganda dan meningkatkan keterlacakan dokumen, konsultasikan kebutuhan digitalisasi persuratan organisasi Anda. Gunakan Aplikasi inOffice untuk mengelola penomoran, disposisi, persetujuan, distribusi, dan pengarsipan surat dalam satu sistem terpusat.





