AUDIT KEAMANAN SISTEM INFORMASI DAN KETAHANAN SIBER
Cyber Security Services
Audit KKS untuk Memastikan Kepatuhan, Kesiapan, dan Ketahanan Siber Organisasi Anda.
Identifikasi kesenjangan keamanan, evaluasi efektivitas pengendalian, dan ukur tingkat kematangan Keamanan Sistem Informasi dan Ketahanan Siber berdasarkan PBI Nomor 2 Tahun 2024 dan PADG Nomor 24 Tahun 2024.
Highlight Layanan

Berbasis Regulasi BI
Pemeriksaan mengacu pada ketentuan KKS yang berlaku bagi pihak yang diatur dan diawasi oleh Bank Indonesia.

Berbasis Risiko dan Bukti
Setiap kesimpulan disusun berdasarkan dokumen, wawancara, observasi, dan bukti penerapan kontrol.

Mencakup Aspek Teknis dan Tata Kelola
Audit tidak hanya memeriksa teknologi, tetapi juga kebijakan, organisasi, proses, SDM, vendor, dan kesiapan penanganan insiden.

Rekomendasi yang Dapat Ditindaklanjuti
Temuan dilengkapi prioritas risiko, rekomendasi, PIC yang disarankan, dan rencana peningkatan.
Kenapa Keamanan Siber Organisasi Perlu Dievaluasi?
Ancaman siber terus berkembang, sementara organisasi perlu memastikan kontrol keamanan tidak hanya tersedia, tetapi juga benar-benar efektif.

Belum Tahu Gap Keamanan yang Dimiliki
Organisasi memiliki berbagai kontrol keamanan, tetapi belum mengetahui apakah masih terdapat celah yang berpotensi menimbulkan risiko.
Tidak Yakin Sudah Sesuai Regulasi
Kebijakan dan pengamanan sudah diterapkan, tetapi belum dapat dipastikan kesesuaiannya terhadap regulasi seperti PBI 2/2024, PADG 24/2024, maupun standar keamanan informasi.


Risiko Siber Belum Dipetakan dengan Baik
Risiko aplikasi, infrastruktur, data, SDM, dan pihak ketiga belum dipetakan secara menyeluruh dan diprioritaskan berdasarkan tingkat risikonya.
Kesiapan Menghadapi Insiden Belum Teruji
Incident Response Plan, BCP, dan DRP sudah tersedia, tetapi belum tentu efektif ketika insiden benar-benar terjadi.


Manajemen Sulit Melihat Kondisi Keamanan Secara Menyeluruh
Manajemen membutuhkan gambaran mengenai risiko utama, kelemahan kontrol, tingkat kematangan, serta prioritas perbaikan.
Satu Platform untuk Mengelola Audit Manajemen Sistem End-to-End

Persiapan
Menentukan tujuan, ruang lingkup, regulasi, sistem, unit kerja, serta kontrol keamanan yang akan diperiksa.

Pelaksanaan
Melakukan review dokumen, wawancara, observasi, sampling evidence, serta pengujian terhadap penerapan kontrol keamanan.

Analisa
Mengidentifikasi gap, risiko, tingkat kepatuhan, tingkat kematangan, serta area yang membutuhkan perbaikan.

Rekomendasi
Memberikan laporan hasil audit, prioritas perbaikan, rekomendasi, dan roadmap peningkatan keamanan siber.
Mendukung Berbagai Kebutuhan Cyber Security
Jasa Audit Keamanan Informasi kami telah dipercaya oleh




Dan masih banyak lagi…
Sekilas Tentang Cyber Security Services
Cyber Security Services adalah layanan untuk membantu organisasi mengidentifikasi risiko, mengevaluasi keamanan, memastikan kepatuhan, serta meningkatkan ketahanan terhadap ancaman siber. Layanan ini mencakup audit keamanan, assessment risiko, pengujian keamanan, hingga rekomendasi perbaikan agar sistem, data, dan proses bisnis tetap terlindungi.
FAQ Audit Keamanan Informasi

Apa yang dimaksud dengan Cyber Security Services?
Cyber Security Services merupakan layanan untuk membantu organisasi mengevaluasi risiko, kontrol, kepatuhan, dan kesiapan dalam menghadapi ancaman serta insiden keamanan siber.
Apa yang dimaksud dengan Audit KKS?
Audit KKS merupakan pemeriksaan terhadap penerapan Keamanan Sistem Informasi dan Ketahanan Siber, termasuk tata kelola, identifikasi, proteksi, deteksi, respons, dan pemulihan.
Apakah Audit KKS hanya untuk perbankan?
Tidak. Kewajiban dan ruang lingkup penerapan mengikuti pihak yang diatur dan diawasi Bank Indonesia serta klasifikasi yang ditetapkan dalam ketentuan terkait.
Apa perbedaan Audit KKS dengan penetration testing?
Penetration testing berfokus pada pengujian teknis terhadap kerentanan sistem. Audit KKS memiliki ruang lingkup lebih luas karena mencakup tata kelola, risiko, SDM, proses, kontrol teknis, respons, dan pemulihan.
Apa saja yang diperiksa dalam audit?
Pemeriksaan dapat mencakup kebijakan, SOP, risk register, kontrol akses, keamanan aplikasi dan infrastruktur, vendor, monitoring, incident response, BCP, DRP, serta evidence penerapan kontrol.
Apa hasil yang akan diterima?
Organisasi dapat memperoleh laporan hasil pemeriksaan, temuan, tingkat risiko atau kematangan, rekomendasi, serta prioritas perbaikan sesuai ruang lingkup layanan.





