

Persuratan Digital Biar Kerja Makin Cepat
Kelola surat masuk–keluar, disposisi, dan arsip lebih rapi dalam satu sistem.
Penulisan nomor surat yang benar merupakan salah satu bagian penting dalam administrasi persuratan. Nomor surat tidak hanya berfungsi sebagai identitas dokumen, tetapi juga membantu proses pencatatan, pelacakan, klasifikasi, dan pengarsipan surat.
Bagi instansi pemerintahan, BUMN/BUMD, perbankan, maupun perusahaan, penggunaan format nomor surat yang konsisten dapat membantu menciptakan tata kelola administrasi yang lebih tertib.
Lalu, bagaimana format dan contoh penulisan nomor surat yang benar? Berikut penjelasannya.
Apa Itu Nomor Surat?
Nomor surat adalah kode atau identitas administratif yang diberikan kepada sebuah surat resmi untuk membedakannya dari dokumen lainnya.
Nomor tersebut biasanya terdiri atas beberapa komponen, seperti nomor urut, kode surat, kode unit kerja, bulan, dan tahun penerbitan.
Sebagai contoh:
Nomor: 015/ADM/VIII/2026
Format tersebut dapat menunjukkan bahwa surat memiliki nomor urut 015, berkaitan dengan administrasi (ADM), dan diterbitkan pada Agustus 2026.
Namun, perlu diperhatikan bahwa format penomoran surat dapat berbeda pada setiap organisasi sesuai dengan kebijakan dan pedoman tata naskah yang berlaku.
Apa Fungsi Nomor Surat?
Penggunaan nomor surat memiliki fungsi penting dalam pengelolaan administrasi organisasi.
Beberapa fungsi nomor surat antara lain:
- Menjadi identitas resmi sebuah surat.
- Memudahkan pencatatan surat keluar.
- Mempermudah pencarian kembali dokumen.
- Membantu mengelompokkan surat berdasarkan jenis atau klasifikasinya.
- Mengetahui urutan surat yang telah diterbitkan.
- Mendukung proses pengarsipan.
- Mempermudah pelacakan dokumen saat dibutuhkan.
- Menjaga ketertiban administrasi persuratan.
Dalam organisasi dengan volume surat yang tinggi, nomor surat juga penting sebagai referensi ketika dokumen diperiksa kembali untuk kebutuhan audit maupun administrasi.
Bagaimana Penulisan Nomor Surat yang Benar?
Tidak terdapat satu format nomor surat yang berlaku secara universal untuk semua organisasi.
Instansi pemerintah biasanya memiliki ketentuan tata naskah dinas sendiri. Demikian pula BUMN/BUMD, perbankan, dan perusahaan dapat mempunyai struktur penomoran berdasarkan kebijakan internal.
Secara umum, format nomor surat dapat dibuat seperti berikut:
Nomor Urut/Kode Surat/Kode Unit/Bulan/Tahun
Contohnya:
025/SDM/ITS/VIII/2026
Setiap komponen memiliki fungsi masing-masing.
1. Nomor Urut Surat
Nomor urut menunjukkan urutan surat yang diterbitkan dalam periode tertentu.
Contoh:
025
Artinya, surat tersebut tercatat sebagai surat dengan nomor urut 25 sesuai sistem administrasi yang digunakan organisasi.
2. Kode atau Klasifikasi Surat
Kode surat digunakan untuk menunjukkan kategori atau klasifikasi dokumen.
Sebagai contoh:
- ADM untuk administrasi.
- SDM untuk sumber daya manusia.
- UND untuk undangan.
- SK untuk surat keputusan.
- KEU untuk keuangan.
Kode tersebut hanya merupakan contoh. Organisasi perlu menggunakan kode berdasarkan pedoman klasifikasi yang telah ditetapkan.
3. Kode Unit Kerja
Kode unit kerja dapat digunakan untuk menunjukkan bagian, divisi, kantor cabang, atau unit yang menerbitkan surat.
Keberadaan kode unit menjadi semakin penting pada organisasi besar yang memiliki banyak divisi atau kantor cabang.
4. Bulan Penerbitan
Bulan penerbitan surat juga dapat dicantumkan dalam nomor surat.
Salah satu format yang sering digunakan adalah angka Romawi, seperti:
- I untuk Januari.
- II untuk Februari.
- VIII untuk Agustus.
- XII untuk Desember.
Penggunaannya tetap harus disesuaikan dengan pedoman organisasi masing-masing.
5. Tahun Penerbitan
Bagian terakhir biasanya menunjukkan tahun ketika surat diterbitkan.
Contohnya:
2026
Informasi tahun membantu proses pencarian dan pengelompokan dokumen berdasarkan periode.
Contoh Penulisan Nomor Surat
Berikut beberapa contoh format nomor surat yang dapat digunakan sebagai gambaran.
Contoh Nomor Surat Perusahaan
Nomor: 021/HRD/VIII/2026
Nomor tersebut dapat digunakan untuk surat yang diterbitkan oleh bagian Human Resources atau sumber daya manusia.
Contoh Nomor Surat Undangan
Nomor: 035/UND/UMUM/VIII/2026
Kode UND dapat digunakan untuk menunjukkan bahwa dokumen merupakan surat undangan.
Contoh Nomor Surat Keputusan
Nomor: 012/SK/DIR/VIII/2026
Kode SK menunjukkan surat keputusan, sedangkan DIR dapat digunakan untuk menunjukkan pihak atau unit direktorat yang menerbitkan surat.
Contoh Nomor Surat Dinas
Nomor: 045/ADM/VIII/2026
Format ini dapat digunakan untuk surat terkait administrasi apabila sesuai dengan tata naskah yang diterapkan organisasi.
Contoh-contoh tersebut bersifat ilustratif. Format sebenarnya perlu mengikuti ketentuan masing-masing instansi atau perusahaan.
Kesalahan yang Sering Terjadi dalam Penomoran Surat
Pengelolaan nomor surat secara manual dapat menimbulkan berbagai permasalahan, terutama ketika jumlah surat semakin banyak.
Beberapa kesalahan yang sering terjadi meliputi:
- Nomor surat digunakan lebih dari satu kali.
- Nomor surat terlewat.
- Kode surat tidak konsisten.
- Kesalahan penulisan bulan atau tahun.
- Format penomoran berbeda antarunit.
- Riwayat penggunaan nomor tidak terdokumentasi.
- Surat sulit ditemukan berdasarkan nomor.
- Pencatatan nomor tersebar dalam beberapa file spreadsheet.
Masalah tersebut dapat meningkatkan risiko ketidaktertiban administrasi dan menyulitkan pencarian dokumen ketika diperlukan.
Cara Membuat Penomoran Surat Lebih Tertib
Agar penomoran surat lebih konsisten, organisasi dapat menerapkan beberapa langkah berikut:
- Menetapkan standar format nomor surat.
- Menentukan klasifikasi dan kode surat.
- Menetapkan kode masing-masing unit kerja.
- Mendokumentasikan aturan penomoran.
- Menggunakan format secara konsisten.
- Mencatat setiap nomor surat yang telah digunakan.
- Melakukan pengelolaan surat secara terpusat.
Untuk organisasi dengan volume persuratan tinggi, proses tersebut akan lebih mudah apabila didukung sistem digital.
Kelola Penomoran Surat Secara Digital dengan Aplikasi Persuratan
Pada instansi pemerintah, BUMN/BUMD, maupun perbankan, jumlah surat dapat mencapai ratusan hingga ribuan dokumen. Pengelolaan secara manual berpotensi menyebabkan nomor ganda, pencatatan tidak konsisten, hingga dokumen sulit dilacak.
Aplikasi persuratan dapat membantu organisasi mengelola proses tersebut secara lebih terstruktur.
Dengan Aplikasi inOffice, proses administrasi persuratan dapat dikelola secara digital, mulai dari surat masuk dan keluar, penomoran surat, disposisi, tracking, hingga pengarsipan dokumen.
Pengelolaan secara terintegrasi juga memudahkan staf administrasi maupun pimpinan dalam mengetahui status dan riwayat dokumen tanpa harus mencari melalui arsip fisik atau spreadsheet yang terpisah.
Kesimpulan
Penulisan nomor surat yang benar perlu dilakukan berdasarkan struktur dan pedoman tata naskah yang ditetapkan oleh masing-masing organisasi.
Secara umum, nomor surat dapat memuat nomor urut, kode atau klasifikasi surat, kode unit, bulan, serta tahun penerbitan. Yang terpenting adalah memastikan format tersebut digunakan secara konsisten sehingga setiap surat mudah dicatat, dicari, dan ditelusuri.
Jika organisasi Anda masih mengelola penomoran dan persuratan secara manual, saatnya mempertimbangkan proses yang lebih terintegrasi.
Konsultasikan kebutuhan digitalisasi persuratan organisasi Anda dan gunakan Aplikasi inOffice untuk membantu pengelolaan nomor surat, disposisi, tracking, hingga arsip digital secara lebih tertib dan efisien.




