
Assesment oleh Tim Ahli UU PDP
Cek Skor Kepatuhan UU PDP Bisnis Anda
Quick Assesment
Gratis 30 Menit
UU PDP Sudah berlaku penuh, sudahkan bisnis anda sudah siap dan aman denda?
Skor Kepatuhan
0-100
Top 3 Risiko Prioritas
Roadmap Implementasi
Menjelang audit ISO 9001, salah satu tantangan yang sering dihadapi organisasi adalah memastikan seluruh dokumen dan bukti pelaksanaan sistem manajemen mutu tersedia. Masalahnya bukan selalu karena dokumen tidak ada, tetapi karena dokumen tersebar, versinya tidak jelas, atau sulit ditemukan ketika auditor meminta bukti.
Bagi pemerintahan, BUMN/BUMD, perbankan, maupun perusahaan swasta, pengelolaan dokumen audit ISO 9001 yang baik dapat membuat proses audit lebih terstruktur dan mengurangi waktu yang dihabiskan untuk mencari bukti.
Lalu, dokumen apa saja yang perlu disiapkan?
Apakah ISO 9001 Mewajibkan Banyak Dokumen?
ISO 9001 menggunakan istilah documented information atau informasi terdokumentasi. ISO menjelaskan bahwa jumlah dan tingkat detail dokumentasi dapat berbeda pada setiap organisasi, bergantung pada ukuran organisasi, kompleksitas proses, serta kompetensi personel.
Artinya, penerapan ISO 9001 bukan tentang membuat sebanyak mungkin SOP.
Organisasi perlu memelihara informasi yang diperlukan agar proses berjalan dengan baik dan menyimpan rekaman yang dapat membuktikan bahwa proses tersebut telah dilakukan sesuai rencana.
ISO 10013:2021 juga memberikan panduan untuk mengembangkan dan memelihara informasi terdokumentasi yang sesuai dengan kebutuhan organisasi. Panduan tersebut juga mempertimbangkan perkembangan dokumentasi digital dan otomatisasi proses.
Apakah Manual Mutu Masih Wajib?
Manual mutu tidak lagi diwajibkan secara eksplisit dalam ISO 9001:2015. Namun, organisasi tetap dapat menggunakannya apabila membantu menjelaskan ruang lingkup, struktur, dan penerapan sistem manajemen mutu.
Hal yang lebih penting adalah organisasi dapat menunjukkan bahwa sistem manajemen mutu benar-benar berjalan dan memiliki bukti yang dapat diverifikasi.
Dokumen yang Dibutuhkan untuk Audit ISO 9001
Dokumen yang diperiksa dapat berbeda tergantung aktivitas dan ruang lingkup organisasi. Namun, beberapa kelompok dokumen ISO 9001 berikut umumnya perlu dipersiapkan.
1. Ruang Lingkup Sistem Manajemen Mutu
Dokumen ini menjelaskan unit, lokasi, proses, produk, atau layanan yang termasuk dalam penerapan sistem manajemen mutu.
Auditor akan melihat apakah ruang lingkup tersebut sesuai dengan aktivitas organisasi.
2. Kebijakan dan Sasaran Mutu
Organisasi perlu memiliki kebijakan mutu dan sasaran mutu yang relevan dengan tujuan organisasi.
Bukti pendukung dapat berupa:
indikator atau KPI;
target mutu;
hasil monitoring;
evaluasi pencapaian sasaran.
Auditor tidak hanya melihat keberadaan target, tetapi juga bagaimana pencapaiannya dipantau dan dievaluasi.
3. SOP, Instruksi Kerja, dan Dokumen Proses
Dokumen operasional dapat mencakup SOP, instruksi kerja, diagram alur, formulir, standar pelayanan, hingga kriteria penerimaan produk atau layanan.
Tidak semua proses harus memiliki SOP tersendiri. Dokumentasi perlu dibuat sesuai kebutuhan pengendalian proses organisasi.
4. Rekaman Kompetensi dan Sumber Daya
Contohnya meliputi:
matriks kompetensi;
catatan pelatihan;
evaluasi kompetensi;
sertifikasi personel;
catatan kalibrasi atau verifikasi alat jika relevan.
Dokumen tersebut menjadi bukti bahwa personel dan sumber daya yang menjalankan proses memiliki kompetensi yang memadai.
5. Dokumen Pelanggan dan Penyedia Eksternal
Auditor juga dapat memeriksa bagaimana organisasi mengendalikan kebutuhan pelanggan dan pihak eksternal.
Bukti yang dapat disiapkan antara lain evaluasi pemasok, penilaian vendor, persyaratan pelanggan, kontrak, keluhan pelanggan, serta hasil evaluasi kepuasan.
6. Hasil Monitoring dan Evaluasi Kinerja
Organisasi perlu menunjukkan bahwa kinerja sistem manajemen mutu dipantau secara berkala.
Contohnya adalah laporan KPI, hasil inspeksi, data kualitas, evaluasi kepuasan pelanggan, dan analisis pencapaian target.
7. Dokumen Audit Internal
Dokumen audit internal merupakan salah satu bukti audit ISO 9001 yang penting.
Siapkan antara lain:
program dan jadwal audit;
ruang lingkup audit;
checklist atau catatan audit;
laporan hasil audit;
temuan atau ketidaksesuaian;
tindak lanjut perbaikan.
Untuk pembahasan terkait pengelolaan dokumen ISO secara digital, Anda juga dapat membaca artikel Aplikasi Dokumen Manajemen Bisa Mendukung Standarisasi ISO.
8. Hasil Tinjauan Manajemen
Bukti dapat berupa agenda rapat, materi evaluasi, notulen, keputusan manajemen, serta action plan hasil tinjauan.
Auditor biasanya akan melihat apakah hasil evaluasi benar-benar menghasilkan keputusan dan tindak lanjut.
9. Ketidaksesuaian dan Tindakan Korektif
Setiap ketidaksesuaian sebaiknya dapat ditelusuri mulai dari:
temuan → analisis penyebab → tindakan korektif → PIC → target penyelesaian → bukti → verifikasi efektivitas → penutupan.
Alur yang jelas membantu organisasi menunjukkan bahwa temuan tidak hanya dicatat, tetapi benar-benar diselesaikan.
Checklist Dokumen Sebelum Audit ISO 9001
Sebelum audit dimulai, lakukan pemeriksaan sederhana berikut:
Apakah dokumen menggunakan versi terbaru?
Apakah terdapat persetujuan dari pihak yang berwenang?
Apakah dokumen mudah ditemukan?
Apakah bukti implementasi tersedia?
Apakah audit internal sudah dilaksanakan?
Apakah temuan audit sebelumnya sudah ditindaklanjuti?
Apakah hasil tinjauan manajemen tersedia?
Apakah pencapaian sasaran mutu sudah dievaluasi?
Apakah dokumen lama sudah dikendalikan?
Checklist ini membantu tim menemukan kekurangan sebelum auditor melakukan pemeriksaan.
Cara Mengelola Dokumen ISO 9001 agar Audit Lebih Mudah
Tetapkan Pemilik Dokumen
Setiap dokumen sebaiknya memiliki pemilik atau penanggung jawab yang jelas. Hal ini mempermudah proses pembaruan, persetujuan, dan evaluasi.
Terapkan Pengendalian Versi
Pastikan pengguna selalu mengakses dokumen terbaru. Versi sebelumnya perlu dikendalikan agar tidak digunakan kembali secara tidak sengaja.
Kelola Bukti Audit Secara Terstruktur
Evidence sebaiknya tidak tersebar di email, folder pribadi, chat, maupun spreadsheet berbeda.
Pengelolaan terpusat membuat auditor dan tim internal lebih mudah menelusuri hubungan antara persyaratan, hasil pemeriksaan, temuan, serta tindakan korektif.
Pantau Tindak Lanjut Temuan
Setiap temuan harus mempunyai PIC, target waktu, status tindak lanjut, bukti perbaikan, dan proses verifikasi.
Dengan demikian, organisasi dapat mengetahui temuan mana yang sudah selesai dan mana yang masih membutuhkan perhatian.
Bagaimana Jika Organisasi Menjalankan ISO 9001 dan ISO 14001?
Organisasi yang menjalankan ISO 9001 dan ISO 14001 dapat mengintegrasikan beberapa aktivitas seperti pengendalian informasi terdokumentasi, audit internal, kompetensi, tindakan korektif, dan tinjauan manajemen.
Pendekatan terintegrasi membantu mengurangi duplikasi pekerjaan dan membuat audit manajemen sistem lebih efisien.
Konsep informasi terdokumentasi sendiri digunakan secara luas dalam standar sistem manajemen, termasuk ISO 9001 dan ISO 14001.
Kelola Audit ISO 9001 Lebih Terstruktur dengan Regula
Semakin besar organisasi dan semakin banyak unit yang terlibat, semakin sulit mengelola audit hanya menggunakan spreadsheet, folder terpisah, dan komunikasi melalui email atau chat.
Aplikasi audit manajemen sistem seperti Regula dapat membantu organisasi mengelola proses audit, checklist, evidence, temuan, PIC, hingga monitoring tindak lanjut secara lebih terstruktur.
Pendekatan digital juga membuat informasi lebih mudah dipantau sehingga proses audit tidak lagi bergantung pada aktivitas mengumpulkan dokumen menjelang jadwal pemeriksaan.
Jika organisasi Anda sedang mempersiapkan audit ISO 9001, ISO 14001, atau ingin mulai mengelola audit manajemen sistem secara digital, konsultasikan kebutuhan organisasi Anda bersama tim kami.
Gunakan Aplikasi Regula untuk membantu proses audit menjadi lebih terukur, terdokumentasi, dan mudah dipantau dari tahap pemeriksaan hingga penyelesaian tindak lanjut.





