

Persuratan Digital Biar Kerja Makin Cepat
Kelola surat masuk–keluar, disposisi, dan arsip lebih rapi dalam satu sistem.
Kode surat dinas membantu organisasi mengidentifikasi, mengelompokkan, dan mengelola surat agar lebih mudah ditata serta ditemukan kembali. Namun, kode surat dinas tidak selalu menggunakan format yang sama pada setiap instansi.
Khusus di lingkungan Kementerian Dalam Negeri dan pemerintah daerah, kode klasifikasi arsip saat ini mengacu pada Permendagri Nomor 83 Tahun 2022. Sementara itu, organisasi seperti kampus, BUMN/BUMD, dan perusahaan dapat memiliki pedoman tata naskah atau sistem penomoran internal masing-masing.
Penggunaan kode dan penomoran yang konsisten membantu administrasi surat menjadi lebih tertib dan memudahkan proses pengarsipan maupun pencarian dokumen.
Apa Itu Kode Surat Dinas?
Kode surat dinas adalah kode yang digunakan untuk membantu mengidentifikasi atau mengelompokkan surat berdasarkan sistem yang digunakan organisasi. Dalam konteks kearsipan pemerintah, istilah yang lebih tepat adalah kode klasifikasi arsip.
Permendagri Nomor 83 Tahun 2022 mendefinisikan kode klasifikasi arsip sebagai tanda pengenal struktur fungsi yang digunakan dalam penyusunan identitas arsip. Kode tersebut antara lain menjadi dasar untuk penomoran surat, pemberkasan, penataan, penyusutan, dan penemuan kembali arsip.
Kode Jenis Surat dan Kode Klasifikasi Arsip Berbeda
Kode jenis surat biasanya digunakan organisasi untuk membedakan jenis dokumen, misalnya Surat Tugas, Surat Keputusan, Surat Undangan, atau Surat Keterangan. Singkatan dan formatnya dapat ditetapkan dalam pedoman internal masing-masing organisasi.
Kode klasifikasi arsip berbeda. Kode ini mengelompokkan arsip berdasarkan fungsi atau masalah yang berkaitan dengan pelaksanaan tugas organisasi. Karena itu, angka tertentu tidak dapat langsung dianggap sebagai kode jenis surat yang berlaku universal.
Dasar Hukum Kode Surat Dinas di Pemerintahan
Untuk lingkungan Kementerian Dalam Negeri dan pemerintah daerah, rujukan penting saat ini adalah Permendagri Nomor 83 Tahun 2022 tentang Kode Klasifikasi Arsip di Lingkungan Kementerian Dalam Negeri dan Pemerintah Daerah.
Peraturan tersebut mencabut ketentuan Pasal 8 dan Lampiran huruf C Permendagri Nomor 78 Tahun 2012. Karena itu, referensi klasifikasi lama sebaiknya tidak lagi digunakan tanpa mengecek peraturan yang berlaku.
Sementara itu, tata naskah dinas di lingkungan pemerintah daerah diatur melalui Permendagri Nomor 1 Tahun 2023. Dalam penerapannya, instansi tetap perlu memeriksa peraturan daerah, pedoman tata naskah, serta ketentuan internal yang berlaku.

Klasifikasi Kode Surat Dinas Pemerintah Daerah
Secara umum, klasifikasi primer arsip pemerintah daerah dikelompokkan sebagai berikut:
| Kode | Klasifikasi |
|---|---|
| 000 | Umum |
| 100 | Pemerintahan |
| 200 | Politik |
| 300 | Keamanan dan Ketertiban |
| 400 | Kesejahteraan Rakyat |
| 500 | Perekonomian |
| 600 | Pekerjaan Umum dan Ketenagaan |
| 700 | Pengawasan |
| 800 | Kepegawaian |
| 900 | Keuangan |
Kode tersebut masih memiliki subklasifikasi yang lebih rinci. Sebagai contoh, rumpun 800 berkaitan dengan Kepegawaian dan di bawahnya terdapat kode yang lebih spesifik sesuai kegiatan atau subjek arsip.
Karena itu, jangan hanya memilih kode berdasarkan angka utama. Pastikan kode rinci sesuai dengan masalah yang dibahas dalam surat dan pedoman klasifikasi yang digunakan instansi.
Cara Membaca Kode Klasifikasi Surat
Kode klasifikasi disusun secara berjenjang. Semakin rinci angka di belakang kode utama, semakin spesifik fungsi atau kegiatan yang ditunjukkan.
Sebagai ilustrasi:
800 = Kepegawaian
800.1 = Sumber Daya Manusia
800.1.2 = Formasi dan Pengadaan Pegawai
Dengan sistem seperti ini, surat tidak hanya mendapatkan nomor, tetapi juga dapat dikelompokkan berdasarkan konteks kegiatannya sehingga lebih mudah diberkaskan dan ditemukan kembali.
Cara Membuat Penomoran Surat Dinas yang Benar
Tidak ada satu susunan nomor surat yang wajib digunakan oleh semua organisasi. Format harus mengikuti tata naskah dinas, kebijakan organisasi, dan klasifikasi arsip yang berlaku.
Dalam praktiknya, sebuah nomor surat dapat memuat beberapa unsur seperti:
kode klasifikasi atau kode jenis surat;
nomor urut surat;
kode unit kerja atau organisasi;
bulan penerbitan jika digunakan dalam format organisasi; dan
tahun penerbitan.

Contoh Nomor Surat Dinas
Sebagai ilustrasi, sebuah organisasi dapat menggunakan format:
Nomor: 800.1/023/SDM/VIII/2026
Nomor tersebut dapat dibaca sebagai:
800.1: klasifikasi yang berkaitan dengan sumber daya manusia;
023: nomor urut surat;
SDM: kode unit kerja;
VIII: bulan Agustus;
2026: tahun penerbitan.
Contoh di atas hanya menggambarkan cara membaca struktur nomor. Urutan unsur, penggunaan garis miring, kode unit, maupun penulisan bulan harus menyesuaikan aturan organisasi masing-masing.
Baca juga: Cara Mudah Membuat Penomoran Surat Resmi.
Apakah Kode Surat Dinas Sama untuk Semua Instansi?
Tidak. Penggunaan kode harus dilihat berdasarkan jenis organisasinya.
Pemerintah
Pemerintah daerah perlu mengacu pada regulasi kearsipan dan tata naskah dinas yang berlaku, termasuk Permendagri Nomor 83 Tahun 2022 dan Permendagri Nomor 1 Tahun 2023 serta ketentuan turunannya.
Kampus
Perguruan tinggi perlu mengikuti pedoman tata naskah, kearsipan, dan administrasi yang berlaku di institusinya. Karena itu, kode surat sebuah universitas belum tentu sama dengan universitas lainnya.
BUMN/BUMD dan Perusahaan Swasta
BUMN/BUMD dan perusahaan dapat menetapkan klasifikasi arsip dan format nomor surat berdasarkan kebijakan internal, kebutuhan administrasi, serta regulasi yang relevan dengan organisasinya.

Cara Menentukan Kode Surat yang Tepat
Agar tidak salah menentukan kode, lakukan langkah berikut:
Identifikasi pokok masalah atau subjek surat.
Periksa pedoman klasifikasi arsip atau tata naskah organisasi.
Pilih kode yang paling sesuai dengan fungsi dan kegiatan surat.
Susun nomor berdasarkan format yang telah ditetapkan.
Lakukan validasi sebelum surat diterbitkan dan diarsipkan.
Langkah ini lebih aman dibanding mengambil daftar kode dari internet lalu menerapkannya langsung tanpa mengecek aturan organisasi.
Kesalahan yang Sering Terjadi dalam Kode dan Nomor Surat
Beberapa masalah yang perlu dihindari antara lain:
menggunakan kode dari pedoman yang sudah tidak berlaku;
menganggap kode jenis surat tertentu berlaku untuk semua instansi;
mencampur kode klasifikasi arsip dengan kode jenis surat;
menggunakan format berbeda antarunit tanpa standar yang jelas;
terjadinya nomor surat ganda; dan
memilih kode berdasarkan nama surat tanpa melihat pokok masalahnya.
Standarisasi kode dan nomor surat membantu organisasi menjaga konsistensi administrasi sekaligus mempermudah pengelolaan arsip.
Mengelola Kode dan Penomoran Surat Secara Digital
Jika jumlah surat semakin banyak, pengelolaan nomor secara manual dapat meningkatkan risiko nomor ganda, kesalahan format, atau kesulitan melakukan tracking. Setelah organisasi menentukan klasifikasi dan aturan penomorannya, proses tersebut dapat diterapkan dalam sistem persuratan digital.
inOffice Persuratan membantu organisasi mengelola surat masuk dan keluar, proses disposisi, penomoran, approval, serta arsip digital dalam satu sistem. Format nomor dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan kebijakan organisasi sehingga administrasi persuratan lebih konsisten.
Baca juga: Anti Ribet, Buat Penomoran Otomatis dengan Aplikasi Nomor Surat.
FAQ tentang Kode Surat Dinas
Apakah kode surat dinas sama di setiap instansi?
Tidak. Pemerintah, kampus, BUMN/BUMD, dan perusahaan dapat menggunakan aturan yang berbeda sesuai regulasi dan pedoman internal masing-masing.
Apa kode surat untuk kepegawaian?
Dalam klasifikasi primer arsip pemerintah daerah, kode 800 digunakan untuk kelompok Kepegawaian. Kode yang lebih rinci harus disesuaikan dengan subjek atau kegiatan surat.
Apa kode surat untuk keuangan?
Dalam klasifikasi primer pemerintah daerah, kode 900 digunakan untuk kelompok Keuangan.
Apakah kode 01 selalu berarti Surat Keputusan?
Tidak. Kode seperti 01 dapat digunakan sebagai kode jenis surat berdasarkan kebijakan organisasi tertentu, tetapi tidak dapat dianggap sebagai standar universal untuk seluruh instansi.
Apa aturan terbaru untuk kode klasifikasi arsip pemerintah daerah?
Salah satu rujukan utamanya adalah Permendagri Nomor 83 Tahun 2022 tentang Kode Klasifikasi Arsip di Lingkungan Kementerian Dalam Negeri dan Pemerintah Daerah.
Apa perbedaan kode surat dan nomor surat?
Kode merupakan salah satu elemen yang membantu mengidentifikasi jenis atau klasifikasi surat, sedangkan nomor surat dapat terdiri dari kode, nomor urut, kode unit, bulan, tahun, atau unsur lain sesuai format organisasi.
Kesimpulan
Kode surat dinas diperlukan agar surat dapat diidentifikasi, dikelompokkan, dan dikelola secara konsisten. Namun, tidak semua organisasi menggunakan kode yang sama. Khusus pemerintah daerah, klasifikasi arsip harus mengacu pada ketentuan yang berlaku dan tidak lagi hanya mengandalkan referensi lama.
Setelah standar kode dan penomoran ditetapkan, digitalisasi dapat membantu organisasi menerapkannya secara lebih konsisten serta mengurangi proses administrasi manual.
Kelola Penomoran Surat Lebih Rapi dengan inOffice Persuratan
Masih mengelola nomor surat, disposisi, dan arsip secara terpisah? inOffice Persuratan membantu pemerintah, BUMN/BUMD, kampus, dan perusahaan mengelola proses persuratan secara digital, mulai dari pembuatan surat, approval, penomoran, disposisi, hingga pengarsipan.
Pelajari inOffice Persuratan atau konsultasikan kebutuhan tata kelola persuratan organisasi Anda bersama PT Integra Teknologi Solusi.
Referensi regulasi: Permendagri Nomor 83 Tahun 2022 tentang Kode Klasifikasi Arsip di Lingkungan Kementerian Dalam Negeri dan Pemerintah Daerah; Permendagri Nomor 1 Tahun 2023 tentang Tata Naskah Dinas di Lingkungan Pemerintah Daerah.





