

Persuratan Digital Biar Kerja Makin Cepat
Kelola surat masuk–keluar, disposisi, dan arsip lebih rapi dalam satu sistem.
Dalam administrasi pemerintahan, BUMN/BUMD, perbankan, maupun perusahaan, setiap surat resmi perlu dikelola secara tertib. Salah satu bagian yang penting adalah kode surat keterangan yang tercantum dalam nomor surat.
Kode tersebut membantu organisasi mengenali jenis dokumen, unit penerbit, hingga klasifikasi surat. Dengan format penomoran yang konsisten, pencarian dokumen dan pengarsipan juga menjadi lebih mudah.
Namun, apakah kode surat keterangan harus selalu menggunakan “SKET”? Bagaimana format nomor yang benar? Berikut penjelasannya.
Apa Itu Kode Surat Keterangan?
Kode surat keterangan adalah kombinasi huruf, angka, atau keduanya yang digunakan untuk mengidentifikasi jenis surat dalam sistem administrasi organisasi.
Sebagai contoh, sebuah organisasi dapat menggunakan kode seperti:
- SKET untuk Surat Keterangan;
- KET untuk Surat Keterangan;
- SK untuk jenis surat tertentu; atau
- kode klasifikasi khusus sesuai kebijakan internal.
Perlu dipahami bahwa tidak ada satu kode surat keterangan yang berlaku secara universal untuk seluruh organisasi.
Instansi pemerintah dapat memiliki klasifikasi arsip atau tata naskah dinas tertentu. Begitu pula BUMN/BUMD, bank, perusahaan, dan perguruan tinggi dapat menetapkan sistem penomorannya sendiri.
Karena itu, penggunaan kode harus mengacu pada pedoman tata naskah dinas, SOP administrasi, klasifikasi arsip, atau kebijakan organisasi masing-masing.
Fungsi Kode pada Surat Keterangan
Kode bukan sekadar pelengkap nomor surat. Dalam pengelolaan administrasi, kode memiliki beberapa fungsi penting.
1. Mengidentifikasi Jenis Surat
Kode membantu pegawai mengetahui kategori dokumen dengan cepat tanpa harus membaca seluruh isi surat.
Misalnya, kode SKET dapat digunakan untuk membedakan surat keterangan dengan surat tugas, surat keputusan, nota dinas, atau surat edaran.
2. Mempermudah Pengarsipan
Dokumen dapat dikelompokkan berdasarkan kode atau klasifikasinya sehingga proses penyimpanan dan pencarian arsip menjadi lebih sistematis.
3. Memudahkan Pelacakan Dokumen
Ketika organisasi memiliki ribuan surat setiap tahun, kode dan nomor surat dapat menjadi identitas unik yang membantu proses pencarian dan tracking.
4. Mendukung Tertib Administrasi
Standar kode yang seragam membantu mencegah perbedaan format penomoran antarunit atau antarpegawai.
Hal ini penting terutama bagi organisasi besar seperti kementerian/lembaga, pemerintah daerah, BUMN/BUMD, dan perbankan yang memiliki banyak unit kerja.
Format Nomor Surat Keterangan
Format nomor surat keterangan dapat berbeda di setiap organisasi. Salah satu format yang umum digunakan misalnya:
012/SKET/HRD/VIII/2026
Format tersebut dapat dijelaskan sebagai berikut.
Nomor Urut Surat
Angka 012 menunjukkan nomor urut surat yang diterbitkan.
Nomor biasanya dibuat secara berurutan berdasarkan periode tertentu sesuai kebijakan organisasi.
Kode Jenis Surat
Kode SKET menunjukkan bahwa dokumen tersebut merupakan surat keterangan.
Organisasi dapat menggunakan kode lainnya sepanjang sudah ditetapkan dalam pedoman internal.
Kode Unit Kerja
Kode HRD menunjukkan unit kerja yang menerbitkan surat.
Pada instansi pemerintah, bagian ini dapat menggunakan singkatan biro, direktorat, badan, bagian, atau unit organisasi lainnya.
Bulan Penerbitan
Kode VIII menunjukkan bulan kedelapan atau Agustus.
Sebagian organisasi menggunakan angka Romawi, sedangkan organisasi lainnya menggunakan angka biasa atau bahkan tidak memasukkan bulan dalam nomor surat.
Tahun Penerbitan
Angka 2026 menunjukkan tahun surat tersebut diterbitkan.
Pencantuman tahun membantu membedakan dokumen dari periode administrasi yang berbeda.
Contoh Penulisan Kode dan Nomor Surat Keterangan
Berikut beberapa contoh nomor surat keterangan yang dapat digunakan sebagai gambaran.
Instansi pemerintahan:
015/SKET/SET/2026
BUMN/BUMD atau perusahaan:
027/SKET/SDM/VIII/2026
Perguruan tinggi:
041/KET/BAAK/VIII/2026
Organisasi dengan kode klasifikasi arsip:
800.1.11/025/SKET/VIII/2026
Contoh tersebut bersifat ilustratif. Format sebenarnya tetap harus disesuaikan dengan pedoman tata naskah dinas dan sistem klasifikasi yang berlaku di organisasi.
Apakah Kode Surat Keterangan Harus Menggunakan SKET?
Tidak harus.
Kode SKET memang mudah dipahami sebagai singkatan dari Surat Keterangan, tetapi bukan berarti seluruh organisasi wajib menggunakannya.
Suatu instansi dapat menetapkan kode berbeda berdasarkan:
- klasifikasi arsip;
- tata naskah dinas;
- struktur organisasi;
- jenis dokumen;
- unit penerbit; dan
- SOP administrasi internal.
Hal yang lebih penting adalah memastikan kode digunakan secara konsisten dan terdokumentasi.
Kesalahan yang Sering Terjadi dalam Penomoran Surat Keterangan
Pengelolaan nomor surat secara manual dapat menimbulkan berbagai permasalahan, terutama jika jumlah dokumen semakin banyak.
Beberapa kesalahan yang umum terjadi antara lain:
- nomor surat digunakan lebih dari satu kali;
- kode surat berbeda untuk jenis dokumen yang sama;
- kode unit kerja tidak seragam;
- nomor urut surat tidak berkelanjutan;
- format berubah antarpegawai atau antarunit;
- nomor dicatat pada file Excel atau buku yang berbeda-beda; dan
- dokumen sulit ditemukan ketika dibutuhkan kembali.
Masalah tersebut dapat menjadi semakin kompleks pada organisasi dengan banyak kantor cabang atau unit kerja.
Tips Membuat Penomoran Surat Keterangan yang Konsisten
Agar administrasi surat lebih tertib, organisasi dapat menerapkan beberapa langkah berikut:
- Tetapkan standar kode untuk setiap jenis surat.
- Buat format nomor surat yang seragam.
- Tentukan kode masing-masing unit kerja.
- Dokumentasikan aturan dalam SOP atau pedoman tata naskah.
- Tentukan mekanisme pemberian nomor surat secara terpusat.
- Lakukan pengarsipan berdasarkan nomor dan klasifikasi dokumen.
- Gunakan aplikasi persuratan untuk mengotomatisasi proses penomoran.
Kelola Nomor Surat Lebih Mudah dengan Aplikasi Persuratan
Ketika jumlah surat semakin banyak, pengelolaan nomor menggunakan buku agenda atau spreadsheet dapat meningkatkan risiko nomor ganda dan kesalahan pencatatan.
Digitalisasi persuratan memungkinkan proses tersebut dilakukan secara lebih terstruktur.
Melalui Aplikasi inOffice, organisasi dapat mengelola proses persuratan secara digital, mulai dari penomoran surat, surat masuk dan keluar, disposisi, approval, tracking dokumen, hingga pengarsipan dalam satu sistem.
Pengelolaan terpusat juga membantu pemerintahan, BUMN/BUMD, perbankan, perguruan tinggi, dan perusahaan menjaga konsistensi administrasi sekaligus mempermudah monitoring dokumen.
Kesimpulan
Kode surat keterangan merupakan bagian penting dari sistem penomoran surat resmi. Kode membantu organisasi mengidentifikasi jenis dokumen, melakukan klasifikasi, serta menemukan arsip dengan lebih cepat.
Tidak ada satu format kode yang wajib digunakan semua organisasi. Karena itu, format nomor surat sebaiknya mengikuti tata naskah dinas, klasifikasi arsip, dan kebijakan internal masing-masing.
Jika organisasi Anda masih mengalami masalah nomor surat ganda, pencarian dokumen yang lama, atau proses persuratan yang tersebar di berbagai media, Aplikasi inOffice dapat membantu digitalisasi pengelolaan persuratan secara lebih terintegrasi.
Konsultasikan kebutuhan digitalisasi persuratan organisasi Anda dan gunakan inOffice untuk membuat proses penomoran, disposisi, approval, tracking, serta pengarsipan surat menjadi lebih tertib dan efisien.





