Investasi pada firewall, antivirus, security monitoring, atau teknologi keamanan lainnya belum tentu menunjukkan bahwa keamanan siber organisasi sudah matang. Pertanyaan yang lebih penting adalah: seberapa siap organisasi mencegah, mendeteksi, merespons, dan memulihkan diri dari insiden siber?
Untuk mengetahuinya, organisasi dapat melakukan KKS maturity assessment. Penilaian ini membantu pemerintah, BUMN/BUMD, perbankan, dan perusahaan mengetahui posisi cybersecurity maturity saat ini sekaligus menentukan perbaikan yang perlu diprioritaskan.
Apa Itu KKS Maturity Assessment?
KKS maturity assessment adalah proses penilaian untuk mengukur tingkat kematangan organisasi dalam menerapkan keamanan dan ketahanan siber, mulai dari tata kelola, manajemen risiko, kontrol teknis, sumber daya manusia, hingga kemampuan merespons serta memulihkan layanan setelah insiden.
Dengan kata lain, assessment tidak hanya memeriksa apakah suatu kontrol tersedia. Penilaian juga melihat apakah kontrol tersebut terdokumentasi, diterapkan secara konsisten, dimonitor, diukur efektivitasnya, dan terus diperbaiki.
Pendekatan ini sejalan dengan NIST Cybersecurity Framework (CSF) 2.0, yang membantu organisasi memahami, menilai, memprioritaskan, dan mengelola risiko keamanan siber.
Mengapa Tingkat Kematangan Keamanan Siber Perlu Diukur?
Tanpa baseline yang jelas, keputusan peningkatan keamanan berisiko hanya berdasarkan asumsi atau mengikuti tren teknologi.
Melalui cybersecurity maturity assessment, organisasi dapat:
mengetahui kondisi keamanan siber saat ini;
menemukan gap antara kondisi aktual dan target;
menentukan kontrol yang perlu diperkuat;
memprioritaskan investasi berdasarkan risiko;
menyusun roadmap keamanan siber;
menyediakan dasar evaluasi bagi manajemen dan auditor.
Kebutuhan tersebut semakin penting pada sektor yang mengelola layanan dan informasi kritikal. Di perbankan, misalnya, OJK telah mengatur ketahanan dan keamanan siber bagi bank umum melalui SEOJK Nomor 29/SEOJK.03/2022, termasuk penilaian risiko siber dan kualitas penerapan proses ketahanan siber.
Apa Saja yang Dinilai dalam KKS Maturity Assessment?
Cakupan assessment dapat berbeda berdasarkan risiko dan karakteristik organisasi. Namun, beberapa area utama biasanya meliputi:
1. Tata Kelola dan Strategi
Penilaian mencakup kebijakan keamanan, struktur tanggung jawab, pengawasan manajemen, serta keterkaitan strategi keamanan dengan tujuan organisasi.
2. Manajemen Risiko Siber
Organisasi dinilai dari kemampuannya mengidentifikasi ancaman, menilai risiko, menentukan mitigasi, dan memonitor risiko secara berkala.
Untuk memahami proses ini lebih dalam, baca juga artikel Cara Efektif Menggunakan NIST Framework untuk Meningkatkan Keamanan Siber.
3. Perlindungan Aset dan Data
Area ini dapat meliputi inventarisasi aset, kontrol akses, klasifikasi informasi, konfigurasi keamanan, perlindungan data, dan pengelolaan kerentanan.
4. Deteksi dan Respons Insiden
Assessment mengevaluasi apakah organisasi mampu mendeteksi aktivitas abnormal, melakukan eskalasi insiden, menjalankan prosedur respons, dan mendokumentasikan hasil penanganan.
5. Business Continuity dan Disaster Recovery
Ketahanan siber juga berkaitan dengan kemampuan mempertahankan layanan kritikal serta memulihkannya setelah serangan atau gangguan.
6. SDM dan Awareness
Teknologi saja tidak cukup. Kompetensi tim, pelatihan keamanan, pembagian tanggung jawab, dan kesadaran pengguna turut menentukan tingkat kematangan.
Bagaimana Cara Mengukur Cybersecurity Maturity?
Proses KKS maturity assessment umumnya dilakukan melalui beberapa tahapan.
1. Menentukan Scope Assessment
Organisasi menentukan unit, aplikasi, infrastruktur, proses, atau layanan kritikal yang akan dinilai.
2. Mengumpulkan Evidence
Assessor meninjau bukti seperti kebijakan, SOP, risk register, konfigurasi, laporan insiden, hasil monitoring, laporan audit, serta bukti pelatihan.
3. Melakukan Wawancara dan Validasi
Dokumen kemudian divalidasi melalui wawancara dan pemeriksaan implementasi. Tujuannya memastikan bahwa kontrol tidak hanya tertulis, tetapi benar-benar berjalan.
4. Menilai Tingkat Kematangan
Model assessment dapat menggunakan skala kematangan tertentu, misalnya dari proses yang masih bersifat awal dan reaktif hingga proses yang sudah terukur serta terus dioptimalkan.
Perlu dicatat, model maturity dapat berbeda antarframework. Sebagai contoh, NIST CSF 2.0 memiliki empat Implementation Tiers: Partial, Risk Informed, Repeatable, dan Adaptive; tetapi NIST menegaskan bahwa Tier tersebut bukan maturity level.
5. Melakukan Gap Analysis dan Menyusun Roadmap
Hasil assessment membandingkan current maturity dengan target maturity. Dari gap tersebut, organisasi dapat menyusun prioritas berdasarkan risiko, dampak bisnis, urgensi, dan kebutuhan sumber daya.
Apa Output KKS Maturity Assessment?
Assessment yang efektif seharusnya tidak berhenti pada skor. Organisasi idealnya memperoleh:
profil tingkat kematangan saat ini;
target kematangan;
daftar gap dan risiko;
rekomendasi peningkatan kontrol;
skala prioritas tindakan;
roadmap peningkatan keamanan siber.
Tujuannya bukan semata-mata memperoleh skor tinggi, melainkan mengetahui gap mana yang paling material dan apa yang harus diperbaiki terlebih dahulu.
KKS Maturity Assessment dan Audit Keamanan Siber, Apa Bedanya?
Maturity assessment lebih berfokus pada seberapa matang kapabilitas dan proses keamanan siber organisasi.
Sementara itu, audit keamanan informasi umumnya mengevaluasi implementasi kontrol terhadap kriteria, kebijakan, standar, atau persyaratan tertentu.
Keduanya dapat saling melengkapi. Assessment menunjukkan posisi kematangan, sedangkan audit membantu memastikan kontrol telah diterapkan sesuai kriteria yang ditentukan.
Tingkatkan Cybersecurity Maturity dengan Cyber Security Services
Bagi pemerintah, BUMN/BUMD, perbankan, maupun perusahaan yang memiliki ketergantungan tinggi terhadap sistem digital, mengetahui posisi kematangan keamanan siber merupakan langkah penting sebelum menentukan investasi dan program perbaikan.
Melalui Cyber Security Services, organisasi dapat melakukan penilaian keamanan secara lebih sistematis, mengidentifikasi gap dan risiko, serta menyusun rekomendasi peningkatan berdasarkan kebutuhan organisasi.
Konsultasikan kebutuhan KKS Maturity Assessment organisasi Anda untuk mengetahui kondisi keamanan saat ini dan menyusun roadmap peningkatan keamanan serta ketahanan siber yang lebih terarah.





