Mengapa Tim Cyber Security Perusahaan Perlu Meningkatkan Kompetensi Web dan API Pentesting

Mengapa Tim Cyber Security Perusahaan Perlu Meningkatkan Kompetensi Web dan API Pentesting?

Kompetensi cyber security perlu terus berkembang seiring meningkatnya kompleksitas aplikasi dan sistem digital. Saat ini, aplikasi perusahaan tidak hanya berbentuk website, tetapi juga terhubung dengan mobile application, cloud, API, microservices, hingga layanan pihak ketiga.

Perubahan tersebut membuat attack surface semakin luas. Tim keamanan tidak cukup hanya mengandalkan vulnerability scanner, tetapi juga perlu memahami bagaimana kerentanan pada aplikasi web dan API dapat ditemukan, divalidasi, serta dianalisis dampaknya terhadap bisnis.

Karena itu, kemampuan web penetration testing dan API penetration testing menjadi kompetensi penting bagi tim cyber security, terutama pada pemerintahan, BUMN/BUMD, perbankan, perusahaan finansial, dan organisasi yang mengelola sistem serta data kritis.

Mengapa Kompetensi Cyber Security Harus Berkembang

Mengapa Kompetensi Cyber Security Harus Terus Berkembang?

Transformasi digital membawa banyak manfaat, tetapi juga mengubah karakteristik risiko keamanan.

Satu aplikasi dapat terhubung dengan berbagai sistem melalui API, menggunakan layanan cloud, melakukan pertukaran data dengan pihak ketiga, serta diakses melalui beragam perangkat. Kondisi ini membuat pendekatan keamanan yang sebelumnya memadai belum tentu cukup menghadapi arsitektur modern.

Kompetensi cyber security karena itu tidak hanya berkaitan dengan kemampuan mengoperasikan security tools. Tim juga perlu memahami arsitektur aplikasi, pola serangan, kontrol keamanan, business logic, hingga dampak sebuah kerentanan terhadap proses bisnis.

Bagi organisasi di sektor sistem pembayaran dan pihak lain yang berada dalam cakupan pengaturan Bank Indonesia, aspek keamanan juga semakin strategis. PBI Nomor 2 Tahun 2024 mengatur KKS yang mencakup tata kelola, identifikasi dan asesmen risiko siber, proteksi, deteksi, respons, hingga pemulihan.

Mengapa Web dan API Pentesting Penting?

Web Application Tetap Menjadi Attack Surface

Aplikasi web dapat memiliki berbagai kelemahan terkait autentikasi, otorisasi, access control, input validation, konfigurasi keamanan, session management, hingga business logic.

Web pentesting membantu tim memahami bagaimana kelemahan tersebut dapat ditemukan dan divalidasi melalui pengujian yang terstruktur.

Pemahaman tersebut juga membantu tim internal berkomunikasi lebih efektif dengan developer ketika menentukan akar masalah dan remediation.

API Memiliki Risiko Keamanan yang Spesifik

API menjadi bagian penting dari aplikasi modern. OWASP menyebut API digunakan pada aplikasi web, mobile, SaaS, hingga aplikasi internal dan dapat mengekspos application logic maupun data sensitif.

OWASP API Security Top 10 2023 juga mencantumkan risiko seperti Broken Object Level Authorization, Broken Authentication, Broken Function Level Authorization, Security Misconfiguration, Improper Inventory Management, hingga Unsafe Consumption of APIs.

Artinya, API penetration testing tidak cukup hanya dengan menemukan endpoint. Tim perlu memahami authentication token, authorization, object access, data exposure, API inventory, serta alur bisnis yang berjalan melalui API.

Lihat OWASP API Security Top 10

Mengapa Vulnerability Scanning Saja Belum Cukup?

Automated vulnerability scanner tetap berguna untuk membantu memperoleh coverage pengujian yang luas. Namun, tools tidak selalu dapat memahami konteks aplikasi dan business logic secara mendalam.

Penetration testing melengkapinya melalui pengujian dan validasi yang lebih terarah.

Sebagai contoh, sebuah aplikasi mungkin tidak memiliki vulnerability teknis yang mudah terdeteksi scanner, tetapi mempunyai kesalahan authorization yang memungkinkan pengguna mengakses objek milik pengguna lain.

Di sinilah kemampuan analisis manual menjadi penting.

Kompetensi Utama untuk Web & API Pentesting

Tim cyber security idealnya tidak sekadar membaca hasil tools, tetapi mampu memahami:

  1. Arsitektur web dan API, termasuk HTTP/HTTPS, request-response, endpoint, token, authentication, dan authorization.

  2. Jenis vulnerability dan attack scenario, bukan sekadar nama kerentanannya.

  3. Manual security testing untuk memvalidasi perilaku aplikasi.

  4. Security testing tools untuk membantu proses assessment secara efisien.

  5. Analisis risiko dan reporting agar temuan teknis dapat diterjemahkan menjadi dampak dan prioritas perbaikan.

Untuk memahami penerapannya lebih lanjut, organisasi juga dapat mempelajari layanan Penetration Testing Integra.

Apa Risikonya Jika Kompetensi Tim Tidak Berkembang?

Keterbatasan kompetensi web dan API security dapat membuat organisasi terlalu bergantung pada automated tools atau pihak eksternal.

Akibatnya, tim internal dapat mengalami kesulitan memvalidasi temuan penetration testing, memahami akar masalah, menentukan prioritas remediation, atau mengetahui apakah sebuah API baru telah memperoleh pengujian keamanan yang memadai.

Risiko lain adalah munculnya security blind spot. API dan aplikasi terus berkembang, tetapi kemampuan security testing tidak mengikuti perubahan tersebut.

Hal ini menunjukkan bahwa peningkatan kompetensi tidak cukup dilakukan sekali. Kompetensi harus berkembang bersama teknologi, proses bisnis, dan profil risiko organisasi.

Bagaimana Meningkatkan Kompetensi Cyber Security secara Sistematis?

Perusahaan dapat memulainya dengan memetakan kompetensi yang sudah dimiliki tim dan membandingkannya dengan teknologi yang digunakan organisasi.

Jika perusahaan menggunakan web application, mobile application, public API, partner API, dan cloud service, kemampuan security team sebaiknya mencerminkan lingkungan tersebut.

Peningkatan kompetensi juga perlu didukung praktik langsung, security assessment, evaluasi berkala, remediation, dan retesting.

Dengan demikian, pengembangan skill tidak berhenti pada pengetahuan teoritis, tetapi menjadi organizational capability yang mendukung people, process, dan technology.

Apakah Kompetensi dan Kontrol Cyber Security Perusahaan Sudah Memadai?

Tim yang kompeten merupakan bagian penting dari keamanan siber, tetapi kemampuan personel tetap perlu didukung kontrol, proses, tata kelola, dan evaluasi yang memadai.

Assessment independen dapat membantu manajemen memperoleh perspektif yang lebih objektif mengenai gap keamanan, efektivitas kontrol, tingkat risiko, serta area yang perlu diprioritaskan.

Melalui Cyber Security Services, assessment dapat mencakup Audit KKS, audit keamanan informasi, penetration testing, vulnerability assessment, hingga rekomendasi peningkatan keamanan sesuai kebutuhan organisasi.

Baca juga: Panduan Audit Security Services untuk Perusahaan.

Perkuat Kompetensi dan Ketahanan Cyber Security Organisasi Anda

Meningkatkan kompetensi cyber security dalam web dan API pentesting membantu tim memahami risiko aplikasi secara lebih mendalam. Namun, kompetensi tersebut perlu berjalan bersama evaluasi kontrol dan assessment keamanan secara berkala.

Jika organisasi Anda ingin mengetahui kondisi keamanan saat ini, mengidentifikasi gap, mengevaluasi efektivitas kontrol, atau melakukan Audit KKS dan security assessment lainnya, Cyber Security Services dari PT Integra Teknologi Solusi dapat membantu melakukan evaluasi dan menyusun rekomendasi perbaikan yang lebih terukur.