Bagaimanakah Cara Kerja Penetration Testing? Berikut Tahapannya

2024-01-04T09:14:55+07:00 June 28th, 2023|Categories: IT Consulting|Tags: |

integrasolusi.com – Saat ini, hampir semua perusahaan, instansi, maupun lembaga menggunakan sistem komputer dalam pengelolaan data. Data yang tersimpan ini rentan akan serangan dari eksternal atau kejahatan cyber. Untuk meningkatkan keamanan sistem, perlu dilakukan penetration testing atau juga biasa disebut pentest.

Jadi, apa itu pentest dan bagaimana cara kerja penetration testing? Mari, kita simak bersama.

Pengertian Penetration Testing

Pentest adalah proses menguji keamanan suatu sistem jaringan komputer dengan cara melakukan simulasi nyata. Tujuan dari pentest adalah mencari tahu kelemahan-kelemahan dalam sistem tadi dan mencegah adanya kemungkinan hacking.

Baca juga:  Apa Itu Pentest? Yuk, Cari Tahu Apa Definisi dan Manfaatnya di Sini!

Cara Kerja Penetration Testing

Ketika melakukan pentest, ada beberapa tahapan yang harus dilakukan. Berikut ini langkah-langkah proses pentest:

Perencanaan (Planning)

Cara kerja penetration testing yang pertama adalah melakukan perencanaan. Tahapan ini meliputi identifikasi sasaran, ruang lingkup, dan tujuan test. Planning juga mencakup pengumpulan jaringan, nama domain, dan server email.

Pengumpulan Informasi (Reconnaissance)

Pada langkah kedua, informasi mengenai sistem target yang diuji dikumpulkan sebanyak mungkin. Adapun informasi yang dikumpulkan mencakup alamat IP, host, firewall, sistem operasi, layanan yang ada, dan lain-lain. Metode yang digunakan adalah scanning.

Analisis Kerentanan (Vulnerability Detection)

Setelah informasi terkumpul, mekanisme pentest selanjutnya adalah menemukan celah atau kerentanan yang dapat dipakai. Metode yang dipakai bisa menggunakan alat pemindai kerentanan (vulnerability scanner) atau secara manual.

Baca juga:  5 Peran Penetration Testing dalam Pengembangan Software

Eksploitasi (Exploiting)

Tahap eksploitasi adalah memanfaatkan celah tadi untuk menyerang akses di dalam sistem secara tidak sah. Dalam melakukan exploiting, Anda bisa menggunakan injeksi SQL, backdoor, cross-site scripting, rootkit, atau serangan aplikasi web lainnya.

Pemeliharaan Akses (Maintaining access)

Tujuan dari maintaining access adalah melihat apakah kerentanan yang muncul bersifat permanen dalam sistem yang tadi dieksploitasi. Peretas akan memiliki akses cukup lama dan bahkan lebih dalam apabila durasi kerentanan panjang.

Analisis Hasil (Reporting)

Setelah proses eksploitasi dan pemeliharaan akses selesai, langkah terakhir adalah menganalisa hasil tes tadi dan menyusun laporan berisi temuan celah, potensi dampak serangan, dan saran untuk memperbaiki sistem keamanan.

Baca juga:  Apa Saja yang Diuji dalam Penetration Testing Sistem Kantor?

Itu tadi enam cara kerja penetration testing. Pentest akan sangat membantu mengindikasi kelemahan pada software atau sistem Anda dengan cara mengeksploitasi serangan.