

Persuratan Digital Biar Kerja Makin Cepat
Kelola surat masuk–keluar, disposisi, dan arsip lebih rapi dalam satu sistem.
Digitalisasi persuratan bukan sekadar mengubah surat fisik menjadi dokumen elektronik. Pemerintahan, BUMN/BUMD, perbankan, dan organisasi dengan struktur kompleks juga perlu memastikan bahwa setiap dokumen hanya dapat diakses oleh pihak yang berwenang.
Hal ini menjadi penting karena tidak semua naskah dinas memiliki tingkat sensitivitas yang sama. Surat undangan umum tentu membutuhkan perlakuan berbeda dengan dokumen yang memuat informasi strategis atau terbatas.
Karena itu, sistem persuratan dengan klasifikasi keamanan perlu mampu menerjemahkan tingkat keamanan dokumen menjadi pengaturan akses, distribusi, disposisi, dan jejak aktivitas pengguna.
Apa Itu Klasifikasi Keamanan Naskah Dinas?
Klasifikasi keamanan naskah dinas merupakan pengelompokan dokumen berdasarkan tingkat sensitivitas informasi dan kebutuhan pengamanannya.
Dalam konteks pemerintahan, Peraturan Arsip Nasional Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 2021 tentang Pedoman Umum Tata Naskah Dinas mengatur pengamanan sebagai bagian dari tata naskah dinas. Peraturan tersebut juga masih berstatus berlaku.
Untuk pemerintah daerah, Permendagri Nomor 1 Tahun 2023 tentang Tata Naskah Dinas di Lingkungan Pemerintah Daerah juga mengatur tata naskah dinas dan masih berlaku.
Secara umum, kategori klasifikasi keamanan yang digunakan meliputi:
Sangat Rahasia (SR)
Rahasia (R)
Terbatas (T)
Biasa/Terbuka (B)
Penentuan klasifikasi tidak semestinya hanya melihat nama atau jenis surat, tetapi juga mempertimbangkan kepentingan dan substansi informasi di dalamnya.
Memahami Tingkat Klasifikasi Keamanan Naskah Dinas
Sangat Rahasia
Kategori sangat rahasia digunakan untuk informasi dengan tingkat sensitivitas paling tinggi. Konsekuensi apabila informasi diketahui pihak yang tidak berwenang juga sangat besar.
Dalam sistem digital, dokumen seperti ini memerlukan pembatasan akses yang sangat ketat.
Rahasia
Naskah rahasia mengandung informasi yang tidak semestinya diketahui pengguna tanpa kewenangan.
Sistem perlu memastikan bahwa surat tidak otomatis dapat dilihat oleh seluruh pengguna hanya karena mereka berada dalam aplikasi atau unit kerja yang sama.
Terbatas
Dokumen terbatas ditujukan kepada lingkungan, unit, jabatan, atau pihak tertentu sesuai kebutuhan organisasi.
Aksesnya lebih terbatas dibanding dokumen biasa, sehingga distribusi digital perlu mengikuti kewenangan pengguna.
Biasa/Terbuka
Kategori biasa atau terbuka memiliki pembatasan yang lebih rendah. Meskipun demikian, organisasi tetap perlu mengelolanya melalui prosedur administrasi dan hak akses yang sesuai.
Semakin tinggi tingkat kerahasiaan informasi, semakin ketat pula pengamanan dan pengaturan akses yang dibutuhkan. Prinsip ini juga ditemukan dalam pengaturan klasifikasi keamanan arsip dinamis pada instansi pemerintah.
Klasifikasi Keamanan Berbeda dengan Kode Klasifikasi Surat
Klasifikasi keamanan perlu dibedakan dari pengelompokan surat berdasarkan isi atau urusan.
Sebagai contoh, organisasi dapat memiliki kode SDM untuk sumber daya manusia atau KEU untuk keuangan. Kode tersebut menjelaskan dokumen membahas apa.
Sementara itu, kode seperti R (Rahasia) atau T (Terbatas) menjelaskan seberapa ketat dokumen perlu dilindungi.
Pemahaman ini penting ketika organisasi mulai menerapkan tata naskah dinas elektronik agar klasifikasi administratif tidak tercampur dengan klasifikasi keamanan.

Bagaimana Klasifikasi Keamanan Diterapkan dalam Sistem Persuratan Digital?
Klasifikasi seharusnya tidak berhenti sebagai label pada dokumen. Dalam aplikasi persuratan, klasifikasi perlu diterjemahkan menjadi kontrol sistem.
1. Menentukan klasifikasi ketika surat dibuat atau diregistrasikan
Petugas dapat menentukan tingkat keamanan sesuai substansi surat dan kebijakan organisasi.
Penetapannya harus mengikuti peraturan yang berlaku serta pedoman internal masing-masing instansi.
2. Mengatur hak akses berdasarkan kewenangan
Setelah klasifikasi ditentukan, sistem harus dapat membatasi pengguna yang boleh mengakses dokumen.
Contohnya:
Pengguna → Jabatan → Unit Kerja → Role → Kewenangan → Hak Akses Dokumen
Artinya, memiliki akun aplikasi tidak berarti seseorang otomatis berhak melihat seluruh surat.
3. Membatasi distribusi dan disposisi
Klasifikasi keamanan juga perlu diperhatikan ketika surat diteruskan.
Dokumen rahasia yang didisposisikan, misalnya, tidak seharusnya kehilangan pembatasan akses hanya karena berpindah ke unit lain.
Karena itu, disposisi surat digital perlu mengikuti struktur kewenangan organisasi.
4. Mencatat aktivitas dalam audit trail
Untuk dokumen sensitif, organisasi perlu dapat menelusuri aktivitas yang terjadi, misalnya siapa yang melakukan tindakan tertentu, dokumen mana yang diproses, dan kapan aktivitas berlangsung.
Audit trail membantu meningkatkan akuntabilitas apabila organisasi perlu melakukan pemeriksaan atau penelusuran aktivitas.

Risiko Jika Klasifikasi Tidak Diterapkan dengan Tepat
Tanpa pengaturan yang memadai, digitalisasi justru dapat memperluas risiko akses dokumen.
Beberapa kondisi yang perlu diantisipasi antara lain:
surat rahasia dapat dilihat terlalu banyak pengguna;
dokumen terbatas diteruskan kepada pihak yang tidak berkepentingan;
hak akses pegawai yang berpindah jabatan tidak diperbarui;
lampiran sensitif tersebar di luar alur yang seharusnya; atau
organisasi kesulitan mengetahui riwayat pemrosesan sebuah surat.
Karena itu, sistem persuratan digital sebaiknya tidak hanya mengejar kecepatan proses, tetapi juga menjaga kontrol terhadap dokumen.
Fitur Sistem Persuratan yang Mendukung Pengamanan Dokumen
Saat mengevaluasi aplikasi persuratan, organisasi dapat memperhatikan kemampuan seperti:
pengaturan hak akses berdasarkan jabatan, unit, dan peran;
workflow approval sesuai kewenangan;
disposisi berjenjang;
tracking status dan perjalanan surat;
pengelolaan pengguna ketika terjadi perubahan jabatan;
audit trail aktivitas; serta
penyimpanan surat dan arsip secara terpusat.
Kebutuhan aktual tentu dapat berbeda antara pemerintah, BUMN/BUMD, maupun perbankan. Selain regulasi umum, organisasi tetap perlu memperhatikan kebijakan internal serta ketentuan sektoral yang berlaku.
Kelola Persuratan secara Lebih Terkontrol dengan InOffice Persuratan
InOffice Persuratan membantu organisasi mengelola surat masuk, surat keluar, disposisi, approval, tracking, dan arsip dalam satu sistem.
Alur approval, disposisi, serta hak akses dapat disesuaikan dengan SOP dan struktur unit kerja organisasi.
Dengan demikian, digitalisasi tidak hanya membuat proses surat lebih cepat, tetapi juga membantu organisasi membangun administrasi yang lebih tertib, terkontrol, dan mudah ditelusuri.
Pelajari lebih lanjut mengenai InOffice Persuratan atau konsultasikan kebutuhan persuratan organisasi Anda bersama PT Integra Teknologi Solusi untuk memetakan alur, hak akses, disposisi, dan workflow yang sesuai.




