integrasolusi.com – Berbicara merupakan kemampuan mengucapkan bunyi-bunyi kata-kata untuk mengekspresikan, menyatakan, serta menyampaikan pikiran, gagasan, dan perasaan. Seseorang cenderung lebih sering memilih berbicara untuk berkomunikasi, karena komunikasi lebih efektif jika dilakukan dengan berbicara.

Rumus komunikasi dapat dibentuk dari (tanya x puji x reaksi). Bertanya pada lawan bicara adalah bentuk ketertarikan terhadap lawan bicara, seperti contoh: “Siapa nama Anda?”, “Anda tinggal di mana?” Oleh karena itu, pertanyaan dapat disebut sebagai dasar komunikasi untuk berbicara, komunikasi tidak akan terwujud jika tidak ada ketertarikan sama sekali terhadap lawan bicara. Berbicara tanpa ketertarikan sama saja seperti berbicara sendiri atau dengan tembok. Lalu, pujian sangat penting untuk membenuk hubungan yang kokoh. Pujian mempunyai efek yang instan dan kuat terhadap seseorang dan lingkungan, seperti contoh: “Umurnya kepala 5 tapi masih terlihat muda ya?”, “Kelihatann cantik banget ya hari ini?” merupakan bentuk pujian yang bisa menyenangkan hati lawan bicara. Selanjutnya adalah reaksi, reaksi muncul saat kita mendengarkan lawan berbicara. Dalam dialog ada sebuah aturan “1-2-3” untuk memberikan reaksi, yang bermakna sekali berbicara, dua kali mendengar, dan tiga kali memberi umpan balik, seperti contoh: “oh, iya?”.

Yang tidak kalah penting adalah kata “maaf, tolong, dan terima kasih”. Dengan maaf, kita dapat meruntuhkan ego atas kemahabenaran yang ada di dalam diri. Sejatinya, tidak ada manusia yang tidak memiliki kesalahan, dan oleh karenanya “maaf” masih diperlukan. Dengan maaf kita jadi lebih mengerti bahwa selain perasaan kita sendiri, ada perasaan orang lain yang berhak dihargai. Jangan pernah menuntut lebih kepada orang lain untuk menghargai kita, jika kita belum mau belajar untuk menghargai orang lain. Selanjutnya jangan lupa selalu menyelipkan kata “tolong” jika sedang meminta bantuan pada orang lain, kalau anda menjadi orang yang dimintai bantuan dengan cara demikian, maka sudah pasti Anda merasa dihargai. Dan yang terakhir adalah terima kasih, ucapan terima kasih merupakan bentuk apresiasi atas bantuan seseorang, apresiasi tidak harus berbentuk medali, piala, lencana emas, apalagi uang. Hal paling sederhana, murah, dan mudah yang dapat kita lakukan adalah mengucapkan terima kasih. Sekecil apapun bantuan yang orang lain berikan, hal tersebut tentu sangat sangat membantu. Oleh karena itu, jangan lupa untuk selalu mengucapkan terima kasih.

Bicara akan berhasil jika menggabungkan hal-hal sebagai berikut:

  • 7% penggunaan kata dalam artian ucapan yang menenangkan seperti: akhira kata dipanjangkan, mengulang kata-kata, seruan lucu yang hidup, respon yang membuat tersentuh, kalimat yang semakin sering diucapkan semakin berefek, kalimat penghibur disituasi kurang baik, menanggapi cerita dengan pertanyaan;
  • 38% penggunaan intonasi dan artikulasi seperti berbicara dengan nada yang bermacam-macam sesuai respon yang tepat, berbicara dengan perlahan-lahan agar orang tertarik, lafalkan dengan baik, hindari bergumam agar lawan bicara tidak bingung, gunakan suara lembut agar tidak terdengar agresif;
  • 45% penggunaan ekspresi muka, bahasa tubuh, dan gerakan tubuh seperti lalukan kontak mata, jangan menyilangkan lengan, jangan mengangkat dagu terlalu tinggi, jangan menunjuk-nunjuk, fokus pada lawan bicara, jangan menghela napas, perhatikan ekspresi wajah.

Di Integra, dengan menerapkan rumus komunikasi dan tips di atas maka keharmonisan bicara akan tetap terjaga, yang berdampak pada kesolidan tim tentunya, sehingga target-target yang sudah ditetapkan akan lebih mudah dicapai yang pada akhirnya bisa menggapai cita-cita untuk sejahtera bersama.

Bagaimana dengan Anda?